Breaking News:

Bisnis

KONI Jateng Kembali Lakukan Kerjasama dengan BPJAMSOSTEK

Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Tengah (KONI Jateng) kembali melakukan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan BPJAMSOSTEK

(Tribun Jateng / Ruth Novita Lusiani)
Pemberian santunan kepada istri dari Elisa Samson Manueke, Lis Andriana. 

Penulis: Ruth Novita Lusiani

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Tengah (KONI Jateng) kembali melakukan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Pemuda. 

Ketua Umum KONI Jateng, Subroto mengatakan dalam kerjasama ini memberikan perlindungan terhadap 652 peserta, baik dari pengurus, official, dan atlet diseluruh cabang olahraga yang ada. Utamanya bagi para peserta yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. 

“Kami telah melakukan kerjasama dengan BPJAMSOSTEK sekira empat tahun terakhir ini, meliputi program jaminan sosial ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).  Adapun keikutsertaan kami menjadi peserta BPJAMSOSTEK ini sangat penting, mengingat dalam KONI terdapat cabang olahraga yang ekstrem dan memiliki resiko yang tinggi seperti cabang olahraga bela diri dan terjun payung,” ucap Subroto kepada Tribun Jateng dalam kegiatan Penandatanganan MoU antara BPJAMSOSTEK dengan KONI Jateng di Kantor KONI Jateng, Jumat, (16/4/2021). 

Sementara itu, Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Semarang Pemuda, Teguh Wiyono mengatakan penandatangan MoU kali ini merupakan perpanjangan dari kerjasama yang telah terjalin bersama dengan KONI selama empat tahun terakhir. 

“Perjanjian kerjasama ini berlaku selama satu tahun dan hari ini merupakan proses perpanjangannya kembali,” ujar Teguh.

Ia menjelaskan, dengan keikutsertaan KONI menjadi peserta BPJAMSOSTEK akan memberikan perlindungan, kenyaman dan ketenangan bagi para atlet ketika melakukan pertandingan atau latihan. 

“Harapan kami tentunya tidak ada atlet yang mengalami cedera, akan tetapi kan risiko dalam beraktivitas kita tidak ada yang tau. Sehingga paling tidak, sudah ada yang menanggung apabila ada risiko yang terjadi. Dengan begitu, pengeluaran biaya sendiri tidak perlu dilakukan, sebab semuanya ditanggung BPJAMSOSTEK,” paparnya. 

Disamping melakukan perpanjangan MoU, dalam pertemuan tersebut BPJAMSOSTEK juga menyerahkan santunan kepada ahli waris dari atlet Paralayang, Elisa Samson Manueke yang mengalami kecelakaan gagal take off pada saat melakukan pelatihan Aerosport di Bukit Paralayang Parangtritis pada 8 Maret 2020 lalu. 

Adapun pemberian santunan tersebut diberikan kepada istri dari Elisa Samson Manueke, Lis Andriana. Lis mengatakan santunan yang diberikan ini akan digunakan 
untuk pendidikan anaknya yang kini masih berusia hampir dua tahun. 

BPJAMSOSTEK dalam hal ini memberikan kepada ahli waris berupa santunan kecelakaan kerja meninggal dunia sebesar Rp 108.400.000 dan beasiswa untuk anak-anaknya, sebelumnya BPJAMSOSTEK juga turut membayarkan biaya perawatan dan pengobatan dari Elisa Samson Manueke sebesar Rp 132.776.301. (Ute)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved