Breaking News:

Ngopi Pagi

FOKUS: Menahan Rindu

Tak mau kalah dengan para perantau yang ingin mencuri start mudik, pemerintah pun melakukan berbagai strategi untuk menghalau mereka.

Penulis: rustam aji
Editor: iswidodo
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
RUSTAM AJI wartawan Tribun Jateng 

Ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, Rustam Aji

TRIBUNJATENG.COM - Puasa Ramadan baru memasuki hari ke-7, namun mudik –tradisi pulang kampung saat Lebaran—sudah menggaung sejak beberapa bulan lalu. Dalam beberapa hari ini, gaungnya kian kuat karena pemerintah secara resmi melarang mudik 2021, seperti halnya tahun lalu.

Larangan mudik itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021, dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masa mudik lebaran 2021.

Meski begitu, larangan mudik tak membuat sejumlah perantau cuit nyali. Berbagai strategi pulang pun dilakukan demi bisa pulang ke kampung halaman. Termasuk memilih pulang kampung lebih cepat sebelum waktu pemberlakuan larangan mudik Lebaran yang ditetapkan pada 6-17 Mei 2021. Sejak awal Ramadan, bahkan sudah banyak perantau yang melakukan mudik.

Tak mau kalah dengan para perantau yang ingin mencuri start mudik, pemerintah pun melakukan berbagai strategi untuk menghalau mereka. Mulai ancaman sanksi putar balik hingga karantina bagi pemudik yang nekat. Semua unsur aparat dari Satpol PP, TNI, Dishub, hingga kepolisian juga dikerahkan.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah misalnya, menerapkan penyekatan di 14 titik pintu masuk wilayah Jawa Tengah. 14 titik penyekatan di antaranya mulai dari wilayah Brebes sampai ke perbatasan Jawa Timur, kemudian Cilacap hingga Blora.

Terlepas dari upaya pemerintah untuk menghalau para pemudik, setidaknya perlu ditelisik alasan para pemudik tetap nekat ingin pulang kampung. Ya, di sini ada semangat rindu yang sangat menggebu, yang sudah tidak bisa ditahan. Barangkali hal ini bisa dipahami karena tahun lalu, merek juga tidak bisa mudik.

Rindu, dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) merupakan kata sifat. Rindu memiliki dua makna, yakni ”Sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu” dan “Memiliki keinginan yang kuat untuk bertemu (hendak pulang ke kampung halaman)”.

Jadi, mudik ini adalah soal perkara rindu. Siapa pun punya rindu. Entah kepada kekasih, suami/istri, orangtua, teman atau saudara. Menurut seorang penulis Syarif Yunus, mudik juga bukan soal orang kampung atau orang kota. Tapi mudik adalah sikap tentang cara menghargai kampung halaman; tanah kelahiran dan bumi pijakan para leluhur.

Mudik, persis seperti orang yang sehari-hari bekerja. Orang bekerja di kantor pun butuh pulang. Kemana pun kita pergi dan berjalan, pasti ingin pulang. Ya, pulang ke tempat yang membahagiakan; pulang ke orangtua, pulang ke kampung halaman, dan pulang ke rumah.

Jadi, mudik bukanlah ritual sederhana saat lebaran. Mudik lebaran adalah momentum untuk mencapai kesucian lahir dan batin. Karena itu, tak berlebihan bila pemudik tidak masalah berdesak-desakan di alat transportasi, baik itu di kereta api, bus, macet di jalan hingga rela menempuh ratusan kilometer dengan sepeda motor. Karena mudik sebuah panggilan batin, untuk mengingatkan tentang asal usul kita.

Jangan sampai, sebagai manusia kita lupa terhadap asal usul kita hanya karena kesuksesan yang telah kita raih. Sebab, kesuksesan tidak akan bermakna apa-apa bila kita melupakan terhadap jatidiri. Mudik bukanlah pulang untuk memamerkan kekayaan. Apalagi menebar kesombongan dan keangkuhan. Namun, mudik untuk kembali merekatkan silaturahmi, mengingatkan kembali dari mana kita berasal.

Tentu kita tak boleh terjebak dengan makna mudik. Lebih dari itu, para perantau juga ada baiknya memikirkan lebih dalam terkait sikap pemerintah yang melarang mudik. Barangkali, ada hikmah bila kita menahan rindu sejenak untuk mudik tahun ini. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved