Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Hadapi Pancaroba, BPBD Kabupaten Semarang Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Memasuki pancaroba atau peralihan musim dari hujan ke kemarau BPBD Kabupaten Semarang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Tayang:
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Nafiul Haris
Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto. 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN-Memasuki pancaroba atau peralihan musim dari hujan ke kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. 

Kepala BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto mengatakan musim pancaroba seringkali ditandai dengan hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang.

“Ini perlu kewaspadaan dari masyarakat untuk ancaman itu. Potensi bencana tanah longsor dan angin kencang biasanya kerap terjadi ketika peralihan musim,” terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (18/4/2021).

Heru mengimbau masyarakat memotong dahan serta ranting pohon yang sudah terlihat rimbun.

Tidak kalah penting, pohon yang sudah nampak rapuh, dapat secepatnya dipotong guna menghindari kerugian materi maupun korban jiwa ketika terjadi pohon tumbang.

Ia menambahkan, ketika memasuki musim kemarau ancaman bencana yang perlu diwaspadai masyarakat adalah  potensi kebakaran maupun kekeringan. 

"Sebagaimana diketahui, potensi siklon tropis Surigae, yang saat ini sedang terjadi di perairan Samudra Pasifik diperkirakan mengalami kenaikan intensitas dalam 24 jam ke depan. Meski analisis BMKG  cenderung bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Namun keberadaannya tetap memberikan dampak tidak langsung bagi sejumlah provinsi di Tanah Air," katanya

Dia menjelaskan, prediksi BMKG dampaknya dapat berupa potensi hujan lebat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Pihaknya mengungkapkan, sebagai langkah mitigasi BPBD Kabupaten Semarang telah menyiapkan bantuan untuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih. 

"Pada 2021 ini sudah kami siapkan alokasi anggaran untuk 150 tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter air. Mudah-mudahan tidak digunakan. Imbauan kami, warga bisa menggunakan air sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved