Breaking News:

Berita Batang

PT Batang Apparel Indonesia Kekurangan SDM, Bupati Wihaji Siapkan Calon Karyawan Terlatih

Sebagai perusahaan yang baru, PT Batang Apparel Indonesia masih membutuhkan sekitar 2.000 karyawan.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Dina Indriani
Bupati Batang Wihaji saat saat melakukan kunjungan di PT Batang Apparel Indonesia yang berlokasi di Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis, Senin (19/4/2021). 
Bupati Batang Wihaji saat saat melakukan kunjungan di PT Batang Apparel Indonesia yang berlokasi di Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis, Senin (19/4/2021).
Bupati Batang Wihaji saat saat melakukan kunjungan di PT Batang Apparel Indonesia yang berlokasi di Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis, Senin (19/4/2021). (Tribun Jateng/Dina Indriani)

TRIBUNJATENG.COM, BATANG -  Sebagai perusahaan yang baru beroperasi pada awal tahun 2021, PT Batang Apparel Indonesia masih membutuhkan sekitar 2.000 karyawan.

Compliance & HSE Head PT Batang Apparel Indonesia, Zainal Abidin mengatakan untuk sementara ini jumlah karyawan dari mulai produksi dan non produksi sudah mencapai 1.100 karyawan.

Rencananya akan terus ditambah dengan jumlah total sekitar 3.000 karyawan.

“Produk buyer kami Adidas dan Fanatic, kapasitas produksi kami hampir 1 juta pcs per bulan, itu dengan kondisi ful fill 40 line dengan total karyawan 3.500 hingga 4.000 karyawan,” tuturnya, Senin (19/4/2021). 

Sementara Bupati Batang Wihaji saat saat melakukan kunjungan di PT Batang Apparel Indonesia yang berlokasi di Desa Wringingintung, Kecamatan Tulis mengatakan kalau perusahaan tersebut terkendala dengan sumber daya manusia (SDM) untuk kebutuhan tenaga kerja yang sudah terlatih.

Maka melalui Balai Latihan Kerja ( BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) bekerjasama dengan PT Batang Apparel Indonesia. 

“Selama ini memang sudah ada dilakukan support SDM melalui BLK, 18 kali pertemuan kalau sudah terlatih langsung ditempatkan di PT Batang Apparel Indonesia, sekarang sudah 1.200 lebih dan rata-rata 90 persen warga Batang,” jelasnya

Wihaji juga meminta agar di posisi manajemen seperti supervisor dan di lainya warga Batang untuk masuk dilibatkan menduduki jabatan.

Pemkab juga memastikan PT Batang Apparel semua hak karyawan dipenuhi dari mulai gaji sesuai UMK yaitu Rp 2 juta lebih, Jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan serta hak lainya. 

“Ini bukan masalah egosektoral agar tidak hanya di bagian jahit menjahit  saja tapi juga ada bagian manajemen,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved