Breaking News:

Berita PSIS

Bek PSIS Merasa Hampa Saat Bermain di Piala Menpora, Biasanya Tiap Main Selalu Dapat Support

Bek tengah PSIS Semarang Muhammad Rio Saputro mengaku hampa ketika bermain tanpa dukungan suporter setia tim Mahesa Jenar, Panser Biru dan Snex.

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
Bek PSIS Semarang Muhammad Rio Saputro 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bek tengah PSIS Semarang Muhammad Rio Saputro mengaku hampa ketika bermain tanpa dukungan suporter setia tim Mahesa Jenar, Panser Biru dan Snex.

Hal tersebut dirasakan pemain yang sudah berkostum PSIS sejak tahun 2016 itu ketika menjalani pertandingan di Piala Menpora.

Di ajang turnamen pramusim tersebut, salah satu aturannya adalah pertandingan tanpa dihadiri penonton. 

Bagi tim Mahesa Jenar tentunya merupakan pengalaman yang cukup unik mengingat selama ini tim kebanggaan masyarakat Kota Semarang tersebut selalu dikawal pemain keduabelas nya setiap kali berlaga.

Baik pada saat pertandingan home atau away.

"Pertandingan tanpa penonton memang  terasa sangat berbeda sekali, Karena biasanya setiap kami bermain selalu mendapat support langsung dari suporter yang hadir di Stadion. Tapi ya mau bagaimana lagi memang aturan harus ditaati agar sepakbola Indonesia bisa berjalan lagi," kata Rio kepada Tribun Jateng, Selasa (20/4/2021).

Kehadiran penonton di mata pemain  berusia 26 tahun tersebut adalah energi ekstra ketika bertanding.

"Suporter selalu menjadi motivasi tersendiri bagi kita pemain.Kalau ada penonton pasti semangatnya berlipat- lipat. Saya rasa bukan hanya saya saja yang berpendapat seperti itu, pemain lain juga pasti merasakan hampa jika pertandingan tanpa penonton," ungkap Rio.

Di sisi lain, ada hal yang cukup ia rindukan ketika berlaga dan disaksikan suporter. Yakni menyanyikan anthem bersama-sama dengan pendukung setia di akhir laga. Terutama laga kandang.

Setelah pertandingan berakhir, pemain tidak langsung masuk ke locker room. Para pemain dan official tim akan berdiri melingkar di tengah lapangan, kemudian menyanyikan anthem berjudul Jiwa Ksatria Mahesa Jenar bersama-sama dengan Panser Biru dan Snex.

Sementara jika pertandingan away, pemain biasanya akan menyapa para pendukung yang sudah rela jauh hadir ke venue pertandingan.

Pemain dan suporter juga menyanyikan anthem usai pertandingan berakhir, namun biasanya lagu yang dinyanyikan yakni chant berjudul Bersinar ciptaan grup band Jamaah Tribun.

Salah satu grup musik yang banyak menciptakan lagu tentang kecintaan terhadap PSIS.

"Setelah main biasanya kan nyanyi bersama penonton, tapi ini sudah tidak ada lagi," ungkap Rio.

Iapun berharap ke depan, kompetisi sepakbola nasional sudah bisa disaksikan penonton lagi.

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved