Breaking News:

Berita Semarang

Para Mantan Napi Terorisme Audiensi dengan Ketua DPRD Kota Semarang, Ada Apa?

Para mantan narapindana terorisme beraudiensi dengan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman di kantor DPRD, Rabu (21/4/2021).

TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI
Para mantan narapindana terorisme beraudiensi dengan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman di kantor DPRD, Rabu (21/4/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para mantan narapindana terorisme beraudiensi dengan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman di kantor DPRD, Rabu (21/4/2021).

Mereka merupakan mantan napi terorisme yang tergabung dalam Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) Kota Semarang. Yayasan ini adalah yayasan yang beranggotakan eks narapidana terorisme.

Ketua Yayasan Persadani Kota Semarang, Mahmudi alias Yusuf mengatakan, para mantan napi terorisme memanfaatkan suasana ramadan untuk bersilaturahmi dan menjalin hubunganan baik dengan pemerintah. Pihaknya mengakui berlatarbelakang kurang baik sebagai mantan narapidana terorisme.

"Kami tidak berjalan sendiri. Kami ingin koordinasi dengan pemerintah setempat. Kami perlu menjalin hubungan baik dengan lingkungan," ungkapnya.

Dia berharap, yayasan yang sudah ia bentuk bisa hadir dan berkontribusi untuk Kota Semarang dalam rangka menciptakan masyarakat yang lebih baik dan lebih hebat.

Dia menyebutkan ada 30 mantan narapidana terorisme di Jawa Tengah. Tujuh diantaranya berada di Kota Semarang.

Selama ini, pihaknya melakukan pendampingan terhadap keluarga para narapidana terorisme yang masih berada di dalam penjara. Termasuk juga napi yang bersangkutan diharapkan saat keluar dari penjara bisa kembali ke masyarakat dam berkontribusi bagi negara.

Menurutnya, kendala para mantan napi terorisme yang dihadapi saat ingin turut berkontribusi bagi negara yaitu mobilisasi.

"Ketika mau ke dinas-dinas masih agak sedikit canggung karena dulu tidak biasa ke oemerintahan. Dulu kami anti pemerintahan. Sekarang, kami hidup kembali dengan masyarakat," paparnya.

Dia berharap, dengan audiensi ini para mantan napi teroriame bisa menjalin hubungan yang lebih baik dengan pemerintah dan lingkungan. Pihaknya juga memiliki kegiatan budi daya ikan yang melibatkan masyarakat dengan harapan mereka bisa bermasyarakat.

"Setiap ada peristiwa (terorisme) mereka selalu melihat ke kami. Kalau ada suatu yang baik dari kami, harapannya masyarakat juga bisa melihat kebaikan itu," terangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengaku iba saat para mantan napi mencerotakan bahwa mereka ingin kembali ke masyarakat dan menjadi bagian dari NKRI.

Dia ingin memberi ruang kepada mereka agar bisa hidup selayaknya masyarakat lain yakni bekerja dan menghidupi keluarganya. Jika Pemkot bisa memberi wadah bagi para mantan napi ini, tentu akan menjadi contoh yang baik bagi kota-kota lain.

"Kami bisa sampaikan ke Pak Wali dan dinas-dinas. Mereka mantan napi, kalau yayasan lengkap sesuai hukum dan ada perizinan dari Kesbangpol, kenapa tidak disupport seperti yayasan lain," ujarnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved