Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Presiden Chad Idriss Deby Tewas Tertembak saat Kunjungi Pasukan yang Bertempur Melawan Pemberontak

Menurut juru bicara militer Chad, Selasa (20/4/2021),sang presiden mengalami luka parah terkena tembakan sehingga meninggal dunia di tempat kejadian.

Tribunnews.com/Istimewa
Presiden Chad Idriss Deby. 

TRIBUNJATENG.COM, CHAD - Idriss Deby, Presiden Chad, dilaporkan tewas tertembak.

Idriss Deby saat itu sedang mengunjungi pasukan di garis depan pertempuran melawan pemberontak utara.

Menurut juru bicara militer Chad, Selasa (20/4/2021),sang presiden mengalami luka parah terkena tembakan sehingga meninggal dunia di tempat kejadian.

Baca juga: 12 Quotes dan Kata-kata Bijak RA Kartini untuk Wanita Indonesia

Baca juga: Kode Redeem ML Terbaru Rabu 21 April 2021, Lengkap dengan Cara Tukar di Mobile Legends

Baca juga: Berawal Bunyi Klakson, Seorang Tokoh Masyarakat di Madura Tewas Dibunuh, Korban Sempat Tantang Duel

Baca juga: Melisa Istri Jason Pemukul Perawat RS Siloam Diperiksa Polisi: Saya Fokus Ringankan Hukuman Suami

Presiden Deby telah dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden pada Senin (19/4/2021).

Dilansir AFP, Selasa (20/4/2021, Deby (68) telah berkuasa dalam pemberontakan tahun 1990 dan merupakan salah satu pemimpin terlama di Afrika.

Tim Kampanyenya pada Senin (19/4/2021) mengatakan dia bergabung dengan pasukan untuk memerangi apa yang dia sebut ekstremis.

Setelah pemberontak yang bermarkas di perbatasan utara di Libya maju ratusan km ke selatan menuju ibu kota N'Djamena.

Tetapi penyebab kematiannya secara pasti masih belum jelas.

Seorang jenderal bintang empat yang merupakan putra presiden Chad yang terbunuh Idriss Deby Itno akan menggantikannya sebagai kepala dewan militer, militer mengumumkan Selasa.

"Sebuah dewan militer telah dibentuk dipimpin oleh putranya, Jenderal Mahamat Idriss Deby Itno," kata juru bicara militer, Jenderal Azem Bermandoa Agouna, di radio pemerintah.

Juru bicara Angkatan Darat Azem Bermendao Agouna mengumumkan kematiannya dalam siaran di televisi pemerintah.

Dikelilingi oleh sekelompok perwira militer yang ia sebut sebagai Dewan Transisi Nasional.

"Seruan untuk berdialog dan perdamaian diluncurkan kepada semua warga Chad di dalam dan luar negeri untuk terus membangun Chad bersama," katanya.

Dewan Transisi Nasional meyakinkan rakyat Chad bahwa semua tindakan telah diambil untuk menjamin perdamaian, keamanan, dan ketertiban republik.

Negara-negara Barat telah melihat Deby sebagai sekutu dalam perang melawan kelompok-kelompok ekstremis.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved