Berita Tegal
Prestasi Jozeph Paul Zhang Semasa SMA di Tegal Biasa Saja, Nilainya Tak Ada yang Menonjol
Youtuber Jozeph Paul Zhang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara peninstaan agama.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Youtuber Jozeph Paul Zhang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara peninstaan agama.
Dia juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yang sedang diburu oleh kepolisian.
Nama aslinya adalah Shindy Paul Soerjomoeljono.

Baca juga: Inilah Nama Asli Jozeph Paul Zhang Penghina Nabi Muhammad, Shindy Paul Soerjomoeljono Namanya
Baca juga: Nathalie Holscher Tak Sengaja Temukan DM Sule Akui Masih Sayang Lina Jubaedah
Baca juga: Dugaan Penyebab Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, TNI Liatkan Singapura hingga India
Baca juga: BREAKING NEWS: Sedang Ambil Uang di ATM, Suwanto Dibacok Pria Mabuk di Semarang
Setelah ditelusuri, Jozeph Paul Zhang ternyata pria kelahiran Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, pada 31 Agustus 1974.
Dia mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Tegal.
Kemudian setelah itu melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di UKSW Salatiga.
Semasa sekolah, Paul dinilai sebagai siswa yang biasa-biasa saja dan tidak terlalu menonjol dalam akademik.

Hal itu dapat dilihat dari Surat Tanda Tamat Belajar SMA yang dikeluarkan pada 1993.
Nilai ujian EBTA dan Ebtanas dari Paul, totalnya adalah 73.
Dari 11 mata pelajaran yang diujikan rata-rata mendapatkan nilai 6 dan 7.
Ada satu mata pelajaran yang mendapatkan nilai 8, yaitu mata pelajaran pendidikan agama.
"Ya, kalau dilihat dari nilainya ini paling tinggi adalah 8. Berarti sedang-sedang saja," kata Moh Husni Effendi, Staf Tata Usaha Bagian Kearsipan SMA Negeri 1 Tegal, Rabu (21/4/2021).
Husni membenarkan, Paul adalah alumni dari SMAN 1 Tegal.
Pihak sekolah pun mengetahui itu setelah yang bersangkutan viral dan masuk dalam DPO kepolisian.
Ia mengatakan, Paul menjadi siswa bernomor induk 8997 dengan jurusan IPA.
Dia dinyatakan lulus SMA pada 1993.
Namun ia sendiri sebagai staf bagian kearsipan tidak pernah menjumpai Paul datang ke sekolah untuk mengurus surat-surat.
"Gak pernah (red, ngurus surat-surat). Karena saya juga di sini sejak 2004. Kami juga baru tahu ini, kalau yang bersangkutan alumni SMAN 1 Tegal," ungkapnya. (fba)