Breaking News:

Pendidikan

Dorong Pemasaran Produk Kriya Bambu, Tim PHP2D Unnes Lakukan Pendampingan

Tim Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) KBBI Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengunjungi desa binaan di Desa Rogomulyo.

Istimewa
Tim PHP2D Unnes bersama tim kriya Dheling Art, foto bersama dengan menunjukkan produk kerajinan dari bambu, kemarin. (*ist) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D) KBBI Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengunjungi desa binaan di Desa Rogomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, kemarin.

Kegiatan dilakukan sebagai bentuk monitoring dan pendampingan program pascaberakhirnya PHP2D yang dijalankan pada Desember 2020 lalu.

Kunjungan diikuti oleh perwakilan tim mahasiswa pelaksana PHP2D 2020 dan dosen pendamping dengan tujuan untuk meninjau perkembangan dan kemajuan kelompok usaha yang terbentuk melalui PHP2D 2020, yakni paguyuban kriya bambu "Dheling Art".

Selama kunjungan berlangsung, tim kriya bambu Dheling Art sangat antusias ketika menceritakan suka duka yang mereka jalani selama mengembangkan kelompok usaha kriya bambu.

Sukadi, selaku ketua tim kriya Dheling Art, menyampaikan bahwa kelompok usaha kriya bambu mengalami perkembangan yang cukup signifikan hingga April, 2021.

"Perkembangan tim kriya Dheling Art tidak terlepas dari adanya pendampingan secara daring yang masih dilakukan tim PHP2D Unnes serta dukungan dari perangkat Desa Rogomulyo," katanya, dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Koordinator tim pemasaran kriya Dheling Art, Suwardi, juga menyampaikan bahwa produk-produk Dheling Art telah berhasil dipasarkan hingga ke luar Pulau Jawa.

"Seminggu yang lalu, baru saja kami mengirim produk Kriya Dheling Art ke kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ini adalah kali ketiga ada pesanan dari sana," ungkap Suwardi.

Kualitas produk masih menjadi fokus utama Dheling Art, supaya produk-produknya dapat menjangkau pangsa pasar yang lebih luas lagi.

"Kami menyadari bahwa banyak produk-produk kerajinan anyaman bambu di luaran sana yang memiliki kualitas produk lebih baik. Karenanya peningkatan kinerja untuk kualitas produk Dheling Art yang lebih unggul masih menjadi fokus utama kami," tegas Suwardi.

Kepala Desa Rogomulyo, Timotius Trimin, juga mengungkapkan bahwa produk-produk kerajinan bambu mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat luar dan juga dinas setempat. Sehingga hal ini dapat meningkatkan branding Desa Rogomulyo.

Tim PHP2D Unnes, Yuni S berharap, kelompok usaha kriya Dheling Art dapat terus berkembang dan maju untuk membantu pertumbuhan ekonomi di Desa Rogomulyo khususnya.

"Semoga dengan adanya pendampingan ini mampu mendorong kriya Dheling Art untuk semakin bersemangat supaya program yang sudah berjalan dapat berkelanjutan dan kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat desa secara menyeluruh," harapnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved