Tadarus

TADARUS KH Musman Tholib: Keutamaan Belajar Alquran dan Hadis

Mempelajari Alquran dan Hadis merupakan amalan yang mulia karena dengan mempelajarinya itu telah berusaha memahami syari’at-syari’at Allah

Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
KH Musman Tholib Pimpinan PW Muhammadiyah Jateng 

Ditulis oleh KH Musman Tholib Pimpinan PW Muhammadiyah Jateng

TRIBUNJATENG.COM - Mempelajari Alquran dan Hadis merupakan amalan yang mulia karena dengan mempelajarinya itu telah berusaha memahami syari’at-syari’at Allah yang telah dicontohkan dan diamalkan oleh Rasulullah SAW dalam semua aspek kehidupan, yang bersumber Alquran dan dipraktikan lewat hadis/sunnahnya.

Dasar Mempelajari
Firman Allah Alquran Surat Ali Imran ayat 31 yang artinya “Katakanlah Muhammad, jika kamu mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”. Mencintai Allah melalui Alquran, mengikuti Rasulullah Muhammad SAW lewat hadis.

Alquran surat An-Nisa ayat 65 yang artinya “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan Muhammad sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, sehingga kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.

Hadis Riwayat Bukhari, “Orang yang paling baik diantara kalian adalah seorang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”. Hadis Riwayat Bukhari “Siapa yang mengamalkan suatu perkara tidak Kami perintahkan, maka tertolak”.

Proses dan Tahapan
Belajar membacanya, sehingga mempelajari Alquran dapat sesuai dengan pengucapannya (makhroj) dan tajwidnya.

Belajar memahami makna/ arti dan maksudnya baik dari Alquran atau pun hadis.Mengamalkan apa yang telah dipahami, isi, maksud dan tujuannya. Mendakwahkan, disamping mengamalkan untuk dirinya, otomatis dapat dilihat pengamalannya oleh orang lain terutama keluarganya, yang berupa dakwah bil hal (tidak harus jadi ustadz, kyai atau guru).

Menghafal sesaui dengan kemampuannya. Dengan menghafal merupakan upaya untuk memperoleh keseimbangan dalam pengamalannya dapat lestari dan lebih mantap.

Keutamaan
Dengan mempelajarinya seusai dengan tahapan tadi, akan memperoleh keutamaan mengamalkan syari’at Islam dengan benar. Dapat mengamalkan iman (sebagai orang yang beriman) dengan rukun iman dapat bertauhid dengan lurus jauh dari syirik dan khurafat.

Demikian pula dalam meyakini/mengimani Malaikat-malaikat Allah, Kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir dan taqdir serta qodlo yang baik maupun yang buruk.

Dapat berkahlaq, akhlakul karimah akhlak yang mulia. Bagaimana akhlaq kepada Allah, akhlaq kepada Rasulullah, akhlaq kepada kedua orang tua, akhlaq kepada alam sekitar, termasuk kepada hewan-hewan tan tumbuh-tumbuhan.

Dapat mengamalkan ibadah dengan benar. Dapat mengamalkan mu’amalah duniawiyah, seperti cara memperoleh rizqi dengan aneka cara, lewat perdagangan, pertanian, dan berbagai bentuk pekerjaan yang halal lainnya.

Keutamaan mempelajari Alquran dan hadis. “Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah (Alquran), sebaik-baik petunjuk Muhammad SAW (hadis), seburuk-buruk perkara adalah perkara yang di ada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat” (HR. Bukhari).

Keutamaan mengajar dan membaca Alquran
Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkan (HR. Bukhori). Orang yang mahir membaca Al-Qur’an maka kedudukannya di akhirat ditemani oleh para Malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan gagap, ia sulit dalam membacanya, maka dia mendapat dua pahala (HR. Bukhari).

Al-Qur’an akan memberi syafaat/ pertolongan kepada pembacanya, sebagaimana sabda Nabi SAW “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi para pembacanya” (HR. Muslim).

Al-Qur’an akan di datangkan pada hari kiamat bersama ahlinya yang telah beramal dengannya ketika di dunia, dan yang pertama kali adalah surat Al-Baqoroh dan Ali Imron, keduanya akan membela pembacanya (HR. Muslim).

Demikianlah keutamaan belajar Alquran dan hadis yang mengantarkan kita sebagai muslim, mukmin dan muhsin yang muttaqin. Dengan mempelajari dan mengamalkan berdasarkan Al-Qur’an dan al-Hadis kita akan memperoleh keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved