Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala

KRI 402 Trending Twitter Hari Ini Ada Apa?

KRI 402 menjadi trending Twitter hari ini Sabtu (24/4/2021). Sebanyak 506 ribu cuitan menggunakan tagar tersebut. Ada apa dengan KRI 402?

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Twitter @JurnalMaritim
KRI 402 Trending Twitter Hari Ini Ada Apa? 

TRIBUNJATENG.COM- KRI 402 menjadi trending Twitter hari ini Sabtu (24/4/2021).

Sebanyak 506 ribu cuitan menggunakan tagar tersebut.

Tak hanya itu, tagar #PrayForKRINanggala402 juga jadi trending Twitter ke-3 dengan jumlah 445 ribu cuitan.

Berikut  cuitan netizen:

@widianduth: Ga henti2 nya tiap buka Twitter ngeliat kabar terbaru Pleading faceWajah menangis kencang nyesek bgt , mikirin mereka gimana disana.. yaAllah semoga ada mukjizat dari engkau  melipat Semoga lekas ditemukan Pleading facePleading face

@TxtdariHI: Pagi ini, MinHi mau ngajak temen-temen semua untuk berdoa semoga keberadaan KRI 402 dapat ditemukan dan semua kru sehat wal afiat. Tak lupa juga kita berdoa dan memberikan semangat untuk Tim SAR yang sedang bertugas mencari keberadaan KRI 402.

@refrgx: Kalau cadangan oksigen di KRI 402 memang udah waktunya habis, semoga masih ada keajaiban-keajaiban lainnya dari Allah. Gue masih yakin banget mereka juga masih berjuang di bawah laut. Gue masih yakin ada tabung oksigen selam untuk diving masih bisa dipake. Semoga.

@PutriNurhsnh: tdak ada yg tdak mungkin bagi Allah, walaupun 72jam sudah berlalu semga ada keajaiban untk para awak kapal selam. KRI 402 bawalah awak kapal selam kepermukaan secepatnya agar mereka bisa bertemu dg keluarga dirumah. kami semua disini menanti kepulangan mereka

@Vettyvera24: 72 jam Berlalu, Namun mereka belum bisa di temukan, dan Cadangan Oksigen diperkirakan sudah Habis.

Kita Masih punya Allah yg Maha Kuasa, Semoga Allah mendengarkan doa jutaan Ummat yang berharap keajaiban datang, dan mereka Semua selamat

Baca juga: Motor Remaja Asal Ngawi Diamankan Polisi Saat Patroli Aksi Balap Liar di Jaten Karanganyar

Baca juga: Sudah 72 Jam Kapal Selam KRI Nanggala 402 Belum Ditemukan, Ini Penjelasan TNI AL Terkini

Baca juga: Kecanggihan Pesawat Poseidon Milik AS yang Ikut Cari Nanggala 402

Baca juga: Kronologi Brigadir NS Cabuli Ibu Mertua, Dilakukan Berkali-kali di Kamar hingga di Pinggir Jalan

Diketahui, Kapal Selam KRI Nanggala 402 belum juga ditemukan hingga Sabtu (24/4/2021) siang.

Padahal ketersediaan oksigen di dalam kapal selam hanya mampu mencukupi selama 72 jam sejak beroperasi dan dinyatakan hilang pada Rabu (21/4/2021). 

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI Angkatan Laut (AL) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono meyakini 53 personel yang terdiri dari 49 anak buah kapal (ABK), satu komandan satuan, dan tiga arsenal telah melakukan prosedur penghematan oksigen.

"Mereka pasti melakukan prosedur penghematan oksigen," kata Julius kepada wartawan, Sabtu (24/4/2021).

Prosedur penghematan oksigen tersebut dilakukan dengan cara tidur, dan mengurangi aktivitas apapun di dalam kapal.

Sehingga oksigen tak cepat berkurang karena tubuh tidak banyak bergerak.

"Caranya dengan tidur dan mengurangi aktivitas di dalam kapal. Itu prosedur yang dilakukan prajurit," jelas dia.

Sampai saat ini kata Julius, pencarian masih terus dilakukan dan berpusat pada 9 area, termasuk lokasi tumpahan minyak dan area ditemukannya daya magnet kuat.

Adapun jarak antara satu area dengan area lainnya, sekira 10 nautical mile.

Sebaran area tersebut, berjarak sekitar 23 nautical mile atau 40 km dari Celukan Bawang.

"Memang masih di area itu kurang lebih. Karena ada tarikannya di situ," kata Julius.

Dikerahkan alat canggih untuk pencarian

Pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Perairan Utara Bali kini terus dioptimalkan.

Upaya tersebut harus berpacu dnegan waktu, tercatat TNI telah mengerahkan 21 kapal yang terdiri dari berbagai tipe, seperti KRI RE Martadinata, KRI Gusti Ngurah Rai, KRI Rigel, KRI Nagapasa, KRI Soeharso, KRI Rimau, bahkan dari kapal lain.

Selain mengerahkan kapal pencari dari unsur TNI, operasi pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala 402 turut pula melibatkan berbagai kapal canggih dari negara sahabat.

Kapal selam KRI Nanggala-402 berlayar mendekati dermaga Indah Kiat di Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu. (CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO) (Kompas.com/Istimewa)

Seperti milik Angkatan Laut Singapura, Angkatan Laut Malaysia, Angkatan Laut Australia, Angkatan Laut India bahkan melibatkan pesawat pemburu kapal selam Amerika Serikat (AS).

Berikut ini Tribun Bali rangkum berbagai kapal dan aset udara milik angkatan laut 5 negara sahabat yang turut dilibatkan dalam operasi penyelamatan Kapal selam KRI Nanggala 402:

1. AL India Kerahkan DSRV

Angkatan Laut India mengerahkan kapal penyelamat (DSRV) untuk membantu Angkatan Laut Indonesia mencari dan menyelamatkan kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang pada 21 April dengan awak 53 personel.

Kapal selam Indonesia KRI Nanggala-402 hilang di perairan Bali pada Rabu pagi.

India adalah negara ketiga setelah Singapura dan Malaysia yang bergabung dengan upaya penyelamatan, dengan Amerika Serikat, Australia dan Prancis juga mengajukan tawaran untuk membantu.

"Pada 21 April, peringatan diterima oleh Angkatan Laut India melalui Kantor Penghubung Pencarian dan Penyelamatan Kapal Selam Internasional (ISMERLO), mengenai kapal selam Indonesia yang hilang," kata Angkatan Laut India dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Hindustan Times, Jumat (23/4/2021).

DSRV AL India yang dikirim untuk membantu proses pencarian KRI Nanggala 402. (twitter@Indiannavy)

Angkatan Laut Indonesia pada Hari Kamis mengatakan bahwa kapal selam yang dibangun Jerman yang hilang memiliki cukup oksigen selama 72 jam selama pemadaman listrik.

Sistem deep submergence rescue vessel (DSRV) Angkatan Laut India dapat menemukan kapal selam hingga 1.000 meter di bawah air menggunakan sonar side-scan modern dan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh.

"Setelah kapal selam berhasil ditemukan, satu lagi sub modul DSRV --- kendaraan penyelamat kapal selam (SRV) --- berpasangan dengan kapal selam untuk menyelamatkan personel yang terjebak. SRV juga dapat digunakan untuk menyediakan pasokan darurat ke kapal selam," tambah pernyataan itu.

India adalah salah satu dari sedikit negara yang mampu melakukan pencarian dan penyelamatan kapal selam melalui DSRV.

2. AS kirim pesawat Poseidon P8

Amerika Serikat (AS) turut ambil bagian dalam operasi penyelamatan dan pencarian Kapal selam KRI Nanggala 402 yang diduga hilang kontak di Perairan Bali Utara sejak Rabu 21 April 2021 lalu.

Pada Jumat 23 April 2021 malam, pesawat Poseidon P8 milik AS tiba di Bali dan akan membantu misi pencarian Kapal selam KRI Nanggala 402.

Pesawat P8 Poseidon AS tiba di Lanud Ngurah Rai, Jumat 23 April 2021 dini hari. (twitter@lembaga keris)

Soal bergabungnya pesawat canggih Poseidon P8 yang dikenal sebagai pemburu kapal selam ini turut dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Achmad Riad.

Tipe pesawat P8 Poseidon milik AS, kata Riad, akan turut membantu proses pencarian Kapal selam KRI Nanggala 402 dan personelnya pun sudah sampai di Bali.

"Tim dari Poseidon yang nanti akan sebagai operator ataupun membantu P-8 Poseidon Amerika dari US Airforce yang mudah-mudahan bisa datang malam atau dini hari nanti, akan membantu proses pencarian, timnya sudah datang di sini tadi untuk berkoordinasi," kata Riad saat konferensi pers, Jumat (23/4/2021).

Terkait dengan perizinan, kata Riad, P-8 Poseidon sudah mendapat izin masuk ke Indonesia.

"Kemudian terkait clearence semuanya sudah clear. Ini sudah kita terima semua, untuk Amerika Poseidon sudah clear," kata Riad.

3. Dua Kapal Perang Angkatan Laut Australia Ikut Cari 

Dua kapal perang Australia akan bergabung dengan pencarian kapal selam Indonesia KRI Nanggala-402, yang hilang kontak dengan 53 awaknya di perairan Bali yang hilang  di dekat Bali dengan 53 orang di dalamnya.

Kapal bernama HMAS Ballarat dan HMAS Sirius telah berlayar dari dua markas terpisah, setelah Indonesia secara resmi menerima tawaran Australia untuk membantu upaya pencarian.

Seperti dilansir media ABC Australia, Jumat (23/4/2021), Kementerian Pertahanan Australia mengatakan HMAS Ballarat dilengkapi dengan kemampuan sonar dan helikopter MH-60R, dan diperkirakan akan mencapai area pencarian hari ini.

HMAS Sirius berada di lepas pantai Brunei dan diperkirakan akan mencapai area pencarian dari sekitar Selasa (27/4/2021).

Kemarin, Menteri Luar Negeri Marise Payne mengatakan Australia akan memberikan dukungan apa pun yang bisa untuk Indonesia.

"Kami telah mengindikasikan bahwa kami akan membantu dengan cara apa pun yang kami bisa," katanya.

"Kita mengoperasikan kapal selam yang sangat berbeda dari yang satu ini, tetapi angkatan pertahanan Australia dan organisasi pertahanan Australia akan bekerja sama dengan operasi pertahanan di Indonesia untuk menentukan apa yang mungkin dapat kami lakukan."

Pihak berwenang Indonesia mengumumkan hari ini bahwa tim penyelamat mendeteksi objek dengan "kekuatan magnet tinggi" yang mengambang di laut utara Bali, yang mereka harapkan itu adalah kapal selam yang hilang.

Kapal selam telah hilang selama lebih dari 48 jam dan membawa cukup oksigen untuk bertahan tiga hari.

Kapal itu membawa 49 awak kapal, seorang komandan dan tiga lainnya.

4. Kapal Penyelamat dari Singapura dan Malaysia

Kapal penyelamat dari Singapura dan Malaysia dikerahkan untuk membantu pencarian kapal selam Indonesia KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di utara perairan Bali, Rabu (21/4/2021) kemarin.

Seperti dilaporkan Media Singapura, Kamis (22/4/2021) Singapura mengirimkan MV Swift Rescue.

Swift Rescue diperkirakan tiba di lokasi pada Sabtu (24/4/2021) mendatang.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen mengatakan kapal penyelamat kapal selam Singapura "dikirim dengan cepat kemarin sore, secepat dia bisa bersiap-siap", setelah kepala angkatan laut  menerima permintaan bantuan dari rekan-rekannya di Indonesia.

Kapal penyelamat kapal selam milik AL Singapura dikerahkan untuk membantu pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala 402. (Twitter@Ng_Eng_Hen)

"Tim medis juga ditambahkan ke kru reguler jika perawatan hiperbarik akan diperlukan," kata Dr Ng.

"Hubungan militer kami dengan Indonesia sangat dekat, dibangun selama bertahun-tahun latihan bilateral dan keterlibatan di semua tingkatan. Wajar jika kita melakukan apapun yang kita bisa untuk membantu di saat-saat seperti ini.”

"Situs untuk operasi pencarian, dekat Bali, berjarak lebih dari 1.500 km dan perairan dalam, itulah sebabnya MV Swift Rescue berlayar sesegera mungkin," tambahnya.

Sementara itu, Mega Bakti Malaysia diperkirakan akan tiba pada pukul 16.00 waktu setempat pada hari Minggu (25/4/2021).

Kapal selam KRI Nanggala 402 hilang pada Rabu  kemarin, dengan 53 orang di kapal ketika mengambil bagian dalam latihan torpedo di perairan Bali utara.

Hilang kontak dengan kapal Selam itu pada pukul 4.30 pagi, setelah meminta izin untuk menyelam pada pukul 03.00.

Kapal MV Mega Bakti milik AL Diraja Malaysia turut dikerahkan membantu penyelamatan KRI Nanggala 402. (Twitter@tldm_rasmi)

Sebanyak 49 awak kapal, satu komandan kapal dan tiga spesialis senjata berada di atas kapal selam, kata kementerian pertahanan.

Ditambahkan bahwa tumpahan minyak terlihat di dekat posisi penyelaman pada pukul 07.00 pagi waktu Indonesia Barat, dan dua kapal angkatan laut dengan kemampuan sonar telah dikerahkan untuk membantu pencarian.

Menurut kementerian pertahanan, kapal selam ini dibangun di Jerman pada tahun 1977 dan bergabung dengan armada Indonesia pada tahun 1981.

Banyak Negara Tawarkan Bantuan

Negara-negara lain yang telah menawarkan bantuan penyelamatan termasuk Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Turki, India, Rusia dan Australia, kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Achmad Riad.  

Baca juga: Inilah Kondisi Perairan Utara Bali Lokasi Hilang Kapal Selam Nanggala 402, Kedalaman 700 M

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved