Breaking News:

Berita Semarang

Anang Dorong Pemkot Segera Jalankan Proyek untuk Tekan Angka Pengangguran

Tingkat pengangguran di Kota Semarang naik dari semula 4,5 persen sebelum pandemi menjadi 9,57 persen.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tingkat pengangguran di Kota Semarang naik dari semula 4,5 persen sebelum pandemi menjadi 9,57 persen. Hal itu dipicu oleh kondisi pandemi Covid-19 yang melumpuhkan sektor perekonomian.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, disamping penanganan Covid-19, upaya menumbuhkan perekonomian sangat diperlukan agar tingkat pengangguran tidak semakin banyak.

"Tentu kita harus antisipasi jangan sampai tingkat pengangguran mencapai dua digit. Itu masuk ketahanan kota," ujar Anang, Minggu (25/4/2021).

Dia menyebutkan, salah satu ciri kota industri yaitu perekonomian akan melemah jika industri berjalan lamban. Meski Kota Semarang mengklaim menjadi kota perdagangan, namun tidak dapat dipungkiri sektor industri menjadi pendapatan terbesar.

"Ini konsekuensi Kota Semarang sebagai kota metropolitan dan industri. Jika industri melemah, tingkat pengangguran tentu akan meningkat," katanya.

Dia mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk menggerakan sektor perekonomian. Satu upaya yang bisa mengatasi meningaktnya pengangguran di tengah pandemi yaitu segera menjalankan proyek pemerintah.

Jika proyek pemerintah bisa berjalan, roda perekonomian akan bergerak sehingga bisa menimbulkan multiplier effect atau efek ganda terhadap aktivitas ekonomi.

"Misal pembangunan talud ada tukang, tenaga kuli. Kalau mereka bekerja, bisa belanja. Aktivitas pedagang bergerak. Jadi ada multiplier effect. Kalau proyeknya ada 200 titik akan lebih besar multiplier effectnya," terang Anang.

Hanya saja, lanjut Anang, pendapatan asli daerah (PAD) pada awal tahun masih cukup kecil. Maka, perlu ada kebijakan pemerintah dalam pajak untuk menambah pendapatan.

"Kegiatan pemerintah kami dorong agar serapan anggaran tepat sasaran. Tapi, pendapatan di awal tahun biasanya belum maksimal. Kami dorong agar maksimal," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang, Sutrisno mengatakan, angka pengangguran di kota lunpia ini lebih tinggi dibanding tingkat provinsi yang hanya 6,68 persen. Bahkan, angka itu juga melebihi pusat yang mana tingkat pengangguran nasional 7,01 persen.

Dia memaparkan, naiknya angka pengangguran di Kota Semarang disebabkan banyaknya kelulusan baik SMK maupun perguruan tinggi. Sedangkan, serapan dalam dunia kerja sangat kecil di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Sebelum pandemi 4,5 persen sekarang 9,57 persen. Naiknya cukup tinggi karena kelulusannya banyak, serapannya kecil," papar Sutrisno.

Pemerintah Kota Semarang pun tidak lepas begitu saja. Pihaknya mencoba membangkitkan kembali serapan tenaga kerja dengan mengundang investor baru.
Disnaker berupaya melakukan tawar-menawar dengan para investor agar bersedia berinvestasi di kota ini.

Menurutnya, Kota Semarang sangat representatif untuk berinvestasi. Dari segi pelayanan perizinan, Pemkot Semarang sangat memberikan kemudahan-kemudahan dengan catatan dokumen lengkap. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved