Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadhan 2921

Sebaiknya Zakat Fitrah 2,5 Kg atau 3 Kg? Berikut Penjelasannya

akat fitrah berapa kilo beras yang harus diberikan, 2,5 kg atau 3 kg?  Sudah diketahui bahwa zakat fitrah merupakan amalan wajib bagi setiap muslim.

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
Net
Sebaiknya Zakat Fitrah 2,5 Kg atau 3 Kg? Berikut Penjelasannya 

TRIBUNJATENG.COM - Zakat fitrah berapa kilo beras yang harus diberikan, 2,5 kg atau 3 kg? 

Sudah diketahui bahwa zakat fitrah merupakan amalan wajib bagi setiap muslim.

Zakat fitrah ini dikeluarkan menjelang Idul Fitri.

Sebuah hadits dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu; beliau mengatakan,

فَرَضَ رَسُولُ اللهِ – صَلّى اللهُ عَلَيه وَسَلّم صَدَقَةَ الْفِطْرِ عَلَى الذَّكَرِ وَالأُنْثَى ، وَالْحُرِّ وَالْمَمْلُوكِ ، صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri, untuk lelaki dan wanita, orang merdeka maupun budak, berupa satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum.” (HR. Bukhari 1511 dan Muslim 2327)

Baca juga: Kisah Sedih Pelaut Sendirian di Kapal Selama 4 Tahun, Hanya Bisa Menangis Dengar Kabar Ibu Meninggal

Baca juga: Pesan WA Terakhir Kru KRI Nanggala 402, Masih Pengantin Baru Istri Resah Ditinggal: Mas Harus Pulang

Baca juga: Keutamaan Sholat Tarawih Malam ke-14 Ramadhan, Kelak di Hari Kiamat Tidak Perlu Dihisab Amalnya

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 26 April 2021, Libra Ada Kesenjangan yang Harus Dijembatani

Dalam hadits lain, dari Abu Said Al Khudzri radliallahu ‘anhu,

كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ

“Dulu kami menunaikan zakat fitri dengan satu sha’ bahan makanan, atau satu sha’ gandum, atau satu sha’ kurma, atau satu sha’ keju atau stu sha’ anggur.” (HR. Bukhari 1506 & Muslim 2330)

Dalam hadis ini, disebutkan secara tegas bahwa kadar zakat fitri adalah satu sha’ bahan makanan.

Sha’ adalah ukuran takaran bukan timbangan.

Ukuran takaran “sha’” yang berlaku di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sha’ masyarakat Madinah yang setara dengan 4 mud.

Satu mud adalah ukuran satu cakupan penuh dua telapak tangan normal yang digabungkan.

Dengan demikian, satu sha’ adalah empat kali cakupan penuh dua telapak tangan normal yang digabungkan.

Mengingat sha’ adalah ukuran takaran, umumnya ukuran ini sulit untuk disetarakan (dikonversi) ke dalam ukuran berat karena nilai berat satu sha’ itu berbeda-beda tergantung berat jenis benda yang ditakar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved