Breaking News:

Berita Slawi

Ada Pengetatan Mudik Lebaran 2021 Berikut Poin Penting yang Wajib Diketahui

Pengetatan mudik lebaran 1442 H tak hanya saat larangan mudik berlangsung yaitu tanggal 6-17 Mei 2021.

Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Berlangsungnya vidcon rakor pengendalian transportasi pada Idul Fitri 1442 H di wilayah Provinsi Jateng dan DIY, berlokasi di rumah dinas Bupati Tegal, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pengetatan mudik lebaran 1442 H tidak hanya pada saat larangan mudik berlangsung yaitu tanggal 6-17 Mei 2021. Tapi sebelum dan sesudahnya juga ada aturan yang wajib dipatuhi oleh masyarakat.

Hal ini terungkap saat berlangsung vidcon rakor pengendalian transportasi pada Idul Fitri 1442 H di wilayah Provinsi Jateng dan DIY, berlokasi di rumah dinas Bupati Tegal, Rabu (28/4/2021).

Aturan yang berlaku sebelum larangan mudik yaitu tanggal 22 April sampai 5 Mei 2021, dan pasca (setelah) larangan mudik mulai tanggal 18 Mei 2021 pemerintah mempersilahkan masyarakat melakukan perjalanan tapi harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu.  Di antaranya harus menyertakan surat hasil tes PCR yang berlaku minimal 2x24 jam. 

Sedangkan pada tanggal 6-17 Mei 2021 benar-benar dilakukan larangan mudik dan mau tidak mau jika masih ada yang nekat harus putar balik kembali ke arah asal. 

"Masih ada yang bisa melakukan perjalanan pada tanggal 6-17 Mei yaitu seperti ASN, pegawai BUMN, Pegawai non formal, masyarakat umum tapi harus ada izinnya. Seperti harus ada surat dari atasan langsung, sedangkan untuk masyarakat umum harus ada surat dari kepala wilayah setempat bisa Kepala Desa atau Camat," jelas Kepala Dishub Kabupaten Tegal, Uwes Qoroni, pada Tribunjateng.com.

Meski sudah dibekali surat jalan, namun alasan kenapa melakukan perjalanan juga diperketat dan hanya untuk kepentingan tertentu saja.

Seperti ada berita kematian, perjalanan dinas yang memang sangat penting dilakukan, ibu yang mau melahirkan, dan lain-lain.

Intinya yang perlu digaris bawahi, masyarakat masih bisa melakukan perjalanan pada saat sebelum dan sesudah penyekatan larangan mudik lebaran. 

Karena ketika sudah masuk tanggal 6-17 Mei 2021 pemerintah benar-benar tegas menutup akses atau meminta untuk putar balik. 

"Masyarakat harus memahami bahwa pelarangan mudik pada 6-17 Mei ini bertujuan untuk mengurangi perkembangan Covid-19. Karena seperti yang kita ketahui negara seperti India, Rusia, Turki, dan Amerika sudah memasuki gelombang ketiga penyebaran Covid-19. Sehingga jangan sampai hal ini terjadi di Indonesia, mengingat penumpukan masa paling besar terjadi antara tanggal 6-17 Mei," papar Uwes.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved