Breaking News:

Berita Kendal

Bupati Kendal Temukan Banyak Warga Tak Patuh Prokes saat Ibadah Bersama

Bupati Kendal Dico M Ganinduto menyayangkan masih banyak masyarakat tidak patuh protokol kesehatan.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Dico M Ganinduto 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal Dico M Ganinduto menyayangkan masih banyak masyarakat tidak patuh protokol kesehatan saat menggelar ibadah bersama. Padahal, pemerintah daerah telah melonggarkan aktifitas masyarakat dalam berkeg

Bupati Kendal Dico M Ganinduto.
Bupati Kendal Dico M Ganinduto. (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)

iatan dengan catatan wajib mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kata Dico, ia sendiri sudah menemukan hal itu di beberapa tempat ibadah di Kabupaten Kendal. Khususnya di masjid-masjid besar dengan jamaah yang lebih banyak.

"Ibadah di luar rumah (tempat ibadah-red) memang sudah diperbolehkan, tetapi ada beberapa syarat tentunya termasuk tidak mengabaikan prokes. Di sini, saya masih menemukan dan hampir merata prokes yang tidak diterapkan terutama jaga jarak," terang Dico saat menghadiri rapat koordinasi pengamanan wilayah bersama jajaran Forkopimda dan para camat, Rabu (28/4/2021) di Pendopo Tumenggung Bahurekso.

Bupati berharap agar pemerintah kecamatan dan desa dapat memperhatikan hal ini lebih serius lagi. Tak hanya pelaksanaan ibadah Ranadan saja, juga saat momen lebaran Idulfitri yang dimungkinkan terjadi perkumpulan masyarakat dalam jumlah banyak. 

Momentum tersebut, kata Dico, tidak boleh menimbulkan peningkatan kasus Covid-19 di Kendal yang sudah semakin melandai. Ia pun mengajak camat, kades, dan ketua RT RW agar bisa menegakkan aturan dengan betul dan benar.

Ia berharap, adanya lonjakan kasus Covid-19 yang dialami negara lain tidak sampai Indonesia. Sehingga diperlukan pembatasan dan penegakan agar masyarakat tidak abai terhadap pandemi Covid-19.

"Kepada kades dan lurah termasuk RT - RW harus mengawasi apabila ditemukan warga yang hadir dari luar untuk dilakukan karantina setidaknya selama 5 hinga 7 hari," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved