Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

100 Ton Sampah di Kendal Bakal Dikirim ke Semarang, Diubah Jadi Energi Listrik

Pemkab Kendal menyelesaikan penandatanganan bersama Danantara dalam mengatasi persoalan sampah yang kian overload di TPA Darupono Kendal.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
MENGANTRE - Truk pengangkut sampah mengantre untuk membuang sampah di TPA Darupono Kendal, Jumat (15/5/2026). Mulai 2028, 100 ton sampah bakal dikirim ke TPA Jatibarang Semarang untuk diubah menjadi energi listrik. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal telah menyelesaikan penandatanganan bersama Danantara dalam mengatasi persoalan sampah yang kian overload di TPA Darupono Kendal.

Dalam penandatanganan itu disepakati adanya sistem pengelolaan sampah bersama menjadi energi listrik yang akan dipusatkan di TPA Jatibarang Semarang.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kerja sama ini melibatkan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal sebagai wilayah aglomerasi penanganan sampah di Jawa Tengah. 

Baca juga: Pemkab Kendal Akui Pertumbuhan Ekonomi Masih Terpusat di KIK: Tahun Ini Target 8 Persen

Bahagianya Nur Kozin, Sapi Gemoy Miliknya Dibeli untuk Kurban Presiden Prabowo di Kendal

"Pemerintah Pusat menargetkan proyek itu mulai memasuki tahap groundbreaking pada Juni 2026," kata Bupati yang akrab disapa Mbak Tika ini, Jumat (15/5/2026).

Bupati Tika menambahkan, pembangunan fasilitas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) ditargetkan selesai pada 2027 dan akan beroperasi mulai 2028. 

Nantinya, Pemkab Kendal akan mengirimkan 100 ton sampah per hari ke TPA Jatibarang Semarang.

Bagi Bupati Tika, ini merupakan sebuah kabar baik sebagai salah satu opsi untuk mengatasi masalah sampah di Kendal. Tapi dia sadar, proyek ini masih akan dimulai dua tahun lagi.

Dengan kondisi TPA Darupono yang sudah overload, pihaknya juga akan mencari solusi alternatif sembari menunggu realisasi program PSEL tersebut.

"Itu kira-kira baru mencakup sekira 25 persen dari total produksi sampah harian di Kendal," ungkapnya.

Bupati Tika mulai melirik teknologi pirolisis, sebuah teknik penguraian sampah organik atau anorganik dengan cara dipanaskan suhu tinggi sekira 700 derajat Celcius tanpa udara.

Cara itu kini menjadi alternatif menyelesaikan persoalan sampah yang akan diterapkan di Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring.

Saat ini proses penjajakan kerja sama dari pihak desa dengan pemberi CSR itu sedang berproses. 

Seandainya berhasil, pihaknya akan ikut mengembangkan cara tersebut.

"Di sana ada bantuan CSR terkait teknologi pirolisis di Desa Margorejo. Kalau berhasil, kami juga akan mengembangkannya melalui APBD," paparnya.

Baca juga: Mbak Tika Turun ke Desa: Bawa Dokter Spesialis Gratis untuk Warga Pelosok Kendal

Bendung Karet Blorong Kendal Jadi Magnet Warga Menikmati Senja, Langit Jingganya Cakep Banget

Terpisah, Kepala DLH Kabupaten Kendal, Aris Irwanto menambahkan, pihaknya juga melirik peluang kerja sama untuk pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved