Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dilantik Jadi Mendikbudristek, Nadiem Makarim: Riset dan Teknologi Dekat di Hati Saya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek)

Editor: rustam aji
Istimewa
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat meluncurkan program Kampus Mengajar 2021 secara virtual, Selasa (9/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) yang merupakan Kementerian nomenklatur baru. Nadiem mengatakan bahwa riset dan teknologi yang kini berada di bawah Kementeriannya bukanlah hal yang baru.

"Riset dan teknologi adalah suatu hal yang sangat dekat di hati saya merupakan suatu hal yang telah saya tekuni sebelum saya melakukan tugas ini di Kementerian Pendidikan Kebudayaan," kata Nadiem usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu(28/4).

Nadiem bertekad akan menjalankan amanah sebagai Mendikbud-Ristek dengan sebaik-baiknya. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas dalam inovasi, riset, Teknologi di Perguruan Tinggi.

"Ini merupakan suatu tantangan baru yang pasti dan amanah ini pasti akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Dengan disatukannya Kemendikbud dan Kemenristek menurut Nadiem akan memudahkan rektor berkoordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dalam transformasi pendidikan di bidang riset. "Kabar gembira juga bagi para universitas karena sekarang dari sisi riset maupun juga transformasi pendidikan,  ada di dalam satu kementerian, sehingga satu pintu dan rektor juga semakin mudah untuk bisa berkoordinasi dengan pemerintah pemerintah pusat," ujarnya.

Selain melantik Nadiem, Jokowi juga mengangkat Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi; dan  Laksana Tri Handoko sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).  Prosesi pelantikan dan pembacaan sumpah dilakukan pada pukul 15.05 WIb. Turut hadir mendampingi Presiden, yakni Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menko Maritim Luhut Binsar dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan lainnya.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kemensetneg Nanik Purwanti. Pertama yakni Keputusan Presiden RI Nomor 72P tahun 2021 tentang pembentukan dan pengubahan kementerian serta pengangkatan beberapa menteri negara Kabinet Indonesia Maju periode tahun 2019-2024 .

"Mengangkat sebagai menteri negara kabinet Indonesia maju dalam sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024 masing-masing satu: Saudara Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal. Dua, sauadara Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi. Dietapkan di Jakarta 24 April 2021," bunyi Keppres yang dibacakan.

Selain itu Keputusan Presiden RI nomor 19 tahun 2021 tentang pengangkatan kepala BRIN. "Mengangkat saudara Laksono Tri Handoko sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional terhitung sejak saat pelantikan. dan kepada yang bersangkutan diberikan hak keuangan, administrasi dan fasilitas lain sesuai peraturan perundang-undangan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 April 2021,".

Usai pembacaan Keppres, Presiden lalu memimpin pembacaan sumpah ketiga pejabat tersebut. Pembacaan sumpah Nadiem dan Bahlil dilakukan terpisah dengan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. "Demi Allah saya bersumpah bahwa saya  akan setia kepada undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,  serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan seluruh selurus lurusnya, demi Dharma Bakti saya pada bangsa dan negara," ucap sumpah para pejabat tersebut.

Usai dilantik, Bahlil mengatakan akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. "Hari ini tepat hari Rabu, kami, saya dilantik oleh bapak presiden, baru selesai sebagai Menteri investasi, merangkap kepala BKPM Republik Indonesia. Ini adalah sebuah amanah dari bapak presiden kepada kami sebagai pembantu Presiden sudah barang tentu ini kita akan jalankan dengan sepenuhnya," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, menarik investasi ke Indonesia saat ini sangatlah penting. investasi merupakan pintu masuk untuk peningkatan SDM dan peningkatan ekonomi, yang menjadi fokus pembangunan Presiden Jokowi di periode kedua kepemimpinnya.

"Kita tahu bahwa 5 tahun kemarin bawa presiden dengan Pak Jokowi-JK membangun infrastruktur yang sangat luar biasa dari Aceh sampai Papua. Fase kedua adalah di mana peningkatan SDM dan peningkatan ekonomi, Investasi," katanya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan investasi di Indonesia, kata dia, yakni dengan reformasi birokrasi. Pemerintah kata Bahlil telah menciptakan undang-undang Cipta Kerja untuk mempermudah investasi.

"Karena itu reform terhadap regulasi yang kemarin kita lakukan lewat undang-undang cipta kerja, saya pikir ini menjadi salah satu tugas yang akan kita lakukan ke depan secara baik," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved