Breaking News:

Bupati Dico Harap Politeknik Kendal Bisa Menyiapkan SDM Unggul

Bupati Kendal melakukan peninjauan langsung sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan I

Tribun Jateng/Saiful Ma'sum
Dico M Ganinduto bersama istri Chacha Frederica 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal melakukan peninjauan langsung sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Dengan harapan, sekolah vokasi di bidang pengolahan kayu yang dikelola Kementerian Perindustrian ini bisa mendukung program-program pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan profesional.

Selain itu, kata Dico, dengan penyerapan mahasiswa hingga 429 orang pada 3 angkatan pertama, diharapkan Politeknik ke depan bisa menyerap lebih banyak lagi untuk mendidik SDM yang ada, khususnya masyarakat Kabupaten Kendal dan sekitarnya.

"Peninjauan langsung Politeknik ini untuk melihat seperti apa fasilitasnya dan bagaimana potensi ke depan yang bisa dikembangkan. Dengan berkolaborasi dengan pemda, diharapakan sekolah vokasi bidang furnitur standar Internasional ini bisa melahirkan SDM yang baik untuk Kendal dan Indonesia," terangnya, Kamis (29/4/2021).

Ke depan, Dico mendorong Politeknik dengan 3 program studinya agar bisa melatih SDM yang lebih mantap. Artinya, lulusan Politeknik tidak hanya menggarap bahan setengah jadi menjadi produk siap pakai saja saja, namun bisa lebih terampil dalam mengolah bahan dasar menjadi berbagai produk kerajinan. 

Ia juga siap memfasilitasi Politeknik dengan aset milik pemda untuk mengembangkan kualitas pendidikan dengan cara membangun ruang pengolahan. Dengan harapan, modal awal pendidikan vokasi ini bisa menjadi cikal bakal lahirnya industri furnitur di Kabupaten Kendal

"Politeknik ini minimal bisa mempermudah dalam mengembangkan dan menyiapkan SDM yang ada. 
Jangka pendeknya, nanti produk hasil karya mahasiswa bisa dijadikan dalam sebuah showroom di pemerintah daerah dan bisa dikenalkan kepada masyarakat.

Dico berencana, menyelaraskan jurusan dan program keterampilan di SMK yang ada di Kendal agar bisa sejalan dan searah dengan kebutuhan sektor industri yang ada. 

Direktur Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Tri Ernawati mengatakan, melalui 3 program studi yang ada difokuskan untuk mendidik mahasiswa supaya memiliki keterampilan yang siap terjun ke perusahaan-perusahaan. Meliputi, program studi Teknik Produksi Furnitur, Desain Furniture dan Bisnis Manajemen Industri Furnitur.

Kata Tri, dengan pendidikan secara teori dan praktik, para lulusan minimal bisa mendesain dan membuat produk interior lengkap dengan gambar ukir, serta mengetahui bagaimana regulasi ekspor impor barang untuk memajukan pasar kerajinan.  

"Kami sudah bekerjasama dengan 69 perusahaan industri dari berbagai daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali. Kerjasamanya dalam bentuk pengembangan kurikulum dan mereka (perusahaan) dapat menampung mahasiswa magang dan lulusan dari Politeknik. Para lulusan kita sudah ditunggu nih untuk terjun di diperusahaan," terangnya.

Tri melanjutkan, dari hasil praktik 3 angkatan pertama, produk yang dihasilkan selama pembelajaran sudah bisa digunakan sebagai penunjang fasilitas pendidikan. Ia berharap, hasil karya mahasiswa ini nantinya bisa dikembangkan menjadi produk bernilai jual tinggi.

"Tahun ini kuota penerimaan cuma 120, padahal yang daftar ribuan dari berbagai daerah termasuk Kendal. Tahun kemarin sekitar 25 persen mahasiswa dari Kendal. Prinsip kita buka lebar siapa saja yang mau daftar dengan mengikuti seleksi," ujarnya.

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved