Larangan Mudik
Sepekan Jelang Larangan Mudik, Belum Ada Lonjakan Penumpang Rute Jakarta - Tegal
Kebijakan larangan mudik pada Lebaran 2021 akan berlaku mulai pekan depan, Kamis 6 Mei 2021.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rival al manaf
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Kebijakan larangan mudik pada Lebaran 2021 akan berlaku mulai pekan depan, Kamis 6 Mei 2021.
Beberapa masyarakat terlihat sudah melakukan mudik dini.
Hal itu nampak dari kendaraan plat B yang banyak melintas di Jalan Pantai Utara (Pantura).
Termasuk pemudik yang menggunakan sepeda motor, mereka mambawa ransel dan kardus.
Dalam pantauan tribunjateng.com, banyak juga pemudik dini yang menggunakan transportasi kereta api (KA).
Seperti KA Tegal Ekspres yang setiap harinya sampai di Stasiun Tegal, pukul 14.55 WIB.
Banyak dari penumpang yang turun dengan membawa ransel, koper dan kardus.
Meski demikian dari data Stasiun Tegal, angka kedatangan penumpang tercatat masih normal.
"Penumpang dari Jakarta, pantauan di Stasiun Tegal, masih normal. Biasa-biasa saja tidak ada perubahan," kata Darwoto, Kepala Stasiun Tegal, kepada tribunjateng.com, Kamis (29/4/2021).
Darwoto mengatakan, pada hari-hari biasa, kedatangan penumpang dari Jakarta di Stasiun Tegal, per harinya di angka 600 sampai 700 penumpang.
Hingga hari ini pun angkanya terpantau sama.
Jadi tidak ada kenaikan angka penumpang yang signifikan.
"Kalau kami pantau di hari biasa, sekira 600 sampai 700 penumpang. Saat ini saya pantau masih sama," ungkapnya.
Darwoto menjelaskan, saat pelarangan mudik, tidak ada kereta api penumpang yang beroperasi.
Semua tidak beroperasi sejak 6 Mei sampai 17 Mei 2021.
Meski demikian, menurut Darwoto, Stasiun Tegal tetap buka selama 24 jam.
Karena masih ada kereta api pengangkut barang, logistik, dan BBM yang melintas.
"Selama larangan mudik, tidak ada perjalanan dari Stasiun Tegal. Otomatis tidak ada penumpang dan tiket tidak dijual," jelasnya. (fba)