Berita Kudus
SMPN 1 Kudus Laksanakan PTM Tanpa Kantongi Rekomendasi
Belum ada surat rekomendasi, SMPN 1 Kudus nekat menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) sejak hari Rabu (28/4/2021)
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
Kegiatan itu dilaksanakan untuk mengetahui alasan pembelajaran tatap muka tetap digelar tanpa rekomendasi.
"Saya datang untuk melihat langung PTM karena ada yang boleh dan ada yang bilang tidak boleh," ujar Ketua Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kudus, Muhtamat.
Menurutnya, pihak sekolah juga perlu membuat video pendek terkait PTM yang sudah digelar tersebut.
Sehingga, ketika ada lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mempersoalkan sudah ada buktinya penerapan PTM sesuai protokol kesehatan.
"Kalau bisa sekolah membuat video pendek, bahwa pelaksanaan PTM sudah sesuai prosedur," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap sekolah-sekolah yang lainnya tidak ikut mengambil kebijakan jika belum ada rekomendasi secara resmi.
"Kalau bisa saya mengusulkan PTM dilakukan setelah ada rekomendasi resmi," ujar Wakil Ketua Komisi D itu.
Terpisah, Bupati Kudus, HM Hartopo menekankan untuk pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat.
"Protokol kesehatan tetap harus yang utama," ujar dia.
Terkait adanya sekolah yang sudah melaksanakan PTM tanpa mengantongi surat rekomendasi.
Pihaknya menilai menjadi dilema karena banyak anak-anak yang melaksanakan pembelajaran secara daring.
"Kalau ditutup kasihan juga, karena siswa itu sudah setahun belajar daring. Yang penting protokol kesehatannya," ujarnya. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wakil-ketua-komisi-d-dprd-kudus-muhta3042021.jpg)