Breaking News:

Berita Banjarnegara

Derita Petani di Kawasan Kawah Sileri Dieng, Lahan Kentang Tertutup Lumpur, Rugi Puluhan Juta

Semburan batu dan lumpur saat kawah erupsi, Kamis malam (29/4/2021) membuat lahan pertanian di sekitar kawah menghitam.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Istimewa
Lahan kentang warga di sekitar kawah Sileri tertutup lumpur 

Penulis: Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG. COM, BANJARNEGARA - Letusan Kawah Sileri Dieng melahirkan duka mendalam bagi para petani yang memiliki lahan di kawasan kawah.

Semburan batu dan lumpur saat kawah erupsi, Kamis malam (29/4/2021) membuat lahan pertanian di sekitar kawah menghitam.

Lumpur hitam menutupi tanaman, mulai batang, daun hingga buah dengan ketebalan beragam. 

Hamparan tanaman kentang yang tadinya hijau berubah menghitam terkena semburan. Tanaman menjadi kaku dan tak lagi segar. Angin pun seperti tak mampu menggerakkan tumbuhan itu. 

Dahan dan ranting pepohonan banyak yang hilang.

Nyaris tidak tampak kehidupan di kawasan itu. Yang terlihat hanya pemandangan mencekam layaknya hutan mati. 

Ini menjadi kabar buruk bagi petani. Lumpur yang menyelimuti tanaman mereka lebih mematikan dari hama. Tipis harapan bagi tanaman itu untuk hidup atau tumbuh seperti sedia kala. 

"Tanaman ini banyak yang rusak, daripada (erupsi) tahun 2017," kata Mardiyono, warga Desa Kepakisan Kecamatan Batur.

Tanaman pertanian, khususnya kentang di sekitar 10 hektar lahan itu kemungkinan besar layu atau mati karena ganasnya letusan. Hujan pun belum tentu mampu membersihkan tanaman itu dari lumpur yang menempel dan telah mengering. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved