Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Cerita Ngeri Tsunami Corona di India: Krematorium Kolaps, Makin Hari Makin Melonjak

India mencatat rekor baru dengan lebih dari 400.000 kasus Covid-19 dilaporkan dalam sehari pada Sabtu (1/5/2021).

Editor: galih permadi
Tangkap Layar Video The Telegraph
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. 

TRIBUNJATENG.COM - India mencatat rekor baru dengan lebih dari 400.000 kasus Covid-19 dilaporkan dalam sehari pada Sabtu (1/5/2021).

Kementerian Kesehatan India melaporkan ada 401.993 kasus pada Sabtu kemarin, sehingga total kasus menjadi 19,1 juta jiwa.

Sementara, terdapat 3.523 korban yang meninggal dunia, dengan jumlah korban menjadi 211.853 kasus.

Mengutip dari CNA, banyak ahli menduga angka di lapangan jauh lebih besar daripada yang dilaporkan.

Hal itu karena faktor pengujian yang tidak memadai dan pencatatan penyebab kematian yang tidak akurat.

Lantas bagaimana situasi terkini tsunami Covid-19 di India?

Di New Delhi, lonjakan pasien Covid-19 yang tidak tertolong membuat krematorium kolaps dan kehabisan ruangan.

Pejabat di New Delhi pun didesak untuk menemukan lebih banyak situs untuk melakukan kremasi.

Hal itu lantaran kamar mayat di rumah sakit hingga krematorium telah dipenuhi oleh pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Saking penuhnya, seorang petugas polisi senior New Delhi mengatakan, orang-orang harus mengkremasi anggota keluarga yang meninggal bukan karena virus di krematorium khusus Covid-19.

"Itu sebabnya kami menyarankan lebih banyak krematorium harus didirikan," kata petugas itu kepada saluran berita NDTV.

Warga Negara Indonesia (WNI) di India, Mohd. Agoes Aufiya membenarkan krematorium di India yang sudah kolaps.

Bahkan, terdapat lahan parkir yang beralih fungsi menjadi krematorium.

"Yang sebelumnya berfungsi jadi tempat parkir menjadi tempat krematorium di luar bangunan."

"Ini yang dilakukan pemerintah saat ini untuk mengatasi lonjakan jenazah yang ada," tutur Agoes dalam talkshow Tribunnews.com, Sabtu (1/5/2021).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved