Berita Viral
Beda dengan India, Warga Israel Abaikan Prokes Tapi Covid-19 Aman Terkendali, Ahli Sebutkan Kuncinya
Nah, soal mengabaikan protokol kesehatan, Israel juga dilaporkan melakukan hal yang sama. Namun mengapa tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Israel?
TRIBUNJATENG.COM - Krisis pandemi virus corona (Covid-19) di India membuat heboh.
Sebab salah satu penyebabnya tingginya kasus di India karena warga negara itu mengabaikan protokol kesehatan.
Nah, soal mengabaikan protokol kesehatan, Israel juga dilaporkan melakukan hal yang sama.
Namun mengapa tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Israel?
Dilansir dari bbc.com pada Minggu (2/5/2021), Dr Sarah Pitt, ahli virus di Universitas Brighton, percaya bahwa Israel mungkin hampir kekebalan kelompok.
Oleh karenanya, penyebaran mungkin berhenti.
Baca juga: Kisah Pilu Pria India Bawa Mayat Istri Terpapar Corona Naik Sepeda, Jatuh di Jalan Warga Takut Bantu
Baca juga: Kasus Covid di India Tembus Rekor Dunia Baru di Atas 400 Ribu, Mei akan Jadi Bulan Mengerikan
Kemudian mereka yang tidak memiliki kekebalan dilindungi secara tidak langsung.
Untuk Covid-19, diperkiraan tingkat kekebalan kawanan setidaknya mencapai 65%-70%.
Mencapai tingkat kekebalan populasi ini penting untuk melindungi orang-orang yang tidak dapat divaksinasi atau yang sistem kekebalannya terlalu lemah untuk menghasilkan respons perlindungan yang baik.
Di Israel, lebih dari setengah (5,3 juta) penduduknya telah divaksinasi dan tambahan 830.000 orang telah dites positif terkena virus di masa lalu, yang seharusnya memberi mereka kekebalan alami.
Itu berarti sekitar 68% dari populasi kemungkinan memiliki antibodi dalam darah mereka yang dapat melawan virus.
Prof Eyal Leshem, direktur di rumah sakit terbesar Israel, Pusat Medis Sheba, mengatakan kekebalan kawanan adalah satu-satunya penjelasan untuk fakta bahwa kasus terus menurun di Israel.
"Ada penurunan terus menerus meski sudah mendekati normal," ujarnya.
"Ini memberitahu kita bahwa meskipun seseorang terinfeksi, kebanyakan orang yang mereka temui berjalan-jalan tidak akan terinfeksi oleh mereka."
Dan kasus berjatuhan di semua kelompok usia termasuk anak-anak, meskipun di bawah 16 tahun umumnya tidak divaksinasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bendera-israelfd.jpg)