Breaking News:

Ngopi Pagi

FOKUS: Racun Salah Sasaran

Netizen sedang dihebohkan dengan peristiwa viral seorang perempuan mengirim satai yang telah dicampur racun kepada pria di Bantul Yogyakarta

Penulis: iswidodo | Editor: iswidodo
tribunjateng/bram
Iswidodo wartawan Tribunjateng.com 

Ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, Iswidodo

TRIBUNJATENG.COM - Netizen sedang dihebohkan dengan peristiwa viral seorang perempuan mengirim satai yang telah dicampur racun kepada pria di Bantul Yogyakarta. Wanita bernama Nani (25) ini mengirimkan satu porsi satai yang bumbunya telah dicampur racun jenis potasium sianida, dititipkan kepada ojek online bernama Bandiman.
Nani minta kepada Bandiman agar satai itu diantar ke alamat tinggal Tomi sosok pria yang belakangan diketahui sebagai anggota polisi berpangkat Aiptu. Diduga Nani sakit hati sehingga ingin meracun Tomi.
Seperti pada kasus pembunuhan, tindakan dan motifnya diketahui bermula dari dampak atau akibat yang ditimbulkan. Demikian juga kasus satai racun ini. Berangkat dari akibat, kemudian polisi melacak mengusut peristiwa ke belakang. Akhirnya terungkap banyak hal.
Bentuk akibat peristiwa ini jadi heboh adalah adanya korban bernama Naba berusia 8 tahun. Naba adalah anak dari Bandiman seorang tukang ojek online. Naba meninggal diduga karena keracunan, setelah dia bersama sang ibunda makan satai, yang dibawakan oleh Bandiman sang ayah, sepulang ngojek.
Bandiman membawa satai pulang ke rumah, karena Tomi sebagaimana alamat yang dituju ternyata sedang di luar rumah. Tomi mengatakan bahwa dia tidak memesan satai, dan tidak mengenal siapa pengirimnya. Pengiriman satai dari Nani ke Tomi menggunakan jasa ojek secara offline, yaitu Bandiman. Tujuan Nani supaya tidak terlacak pengirimnya.
Saat meminta Bandiman antar satai ke Tomi, Nani menggunakan nama samaran H, tidak menyebut nama sebenarnya. Maka si Tomi pun tak mengenal siapa pengirimnya. Dan Tomi menyuruh Bandiman membawa pulang satai ayam itu untuk disantap bersama keluarga, untuk buka puasa.
Satai itu pun menjadi menu buka puasa dan disantap bersama keluarga Bandiman. Istri juga memakan satai tersebut bersama Naba anak sulungnya. Sedangkan Bandiman makan lontong dan satai. Ternyata racun potasium sianida dicampurkan pada bumbu, sehingga Naba dan Ibunda keracunan. Naba meninggal dunia. Sedangkan Ibunda masih dirawat intensif.
Polisi menyelidiki hal ini dengan memulai ungkap bungkus satai kemudian mencari warung tempat memesan satai. Setelah ditemukan kemudian dilacak siapa saja yang membeli satai, pantau rekaman CCTV. Tak butuh lama, si pembeli satai pun terlacak identitas dan tempat tinggalnya.
Usut punya usut, Nani wanita asal Majalengka ini bekerja di salon di Yogyakarta. Dia sudah beli racun potasium sianida beberapa hari sebelumnya melalui online. Niatnya memang meracun Tomi. Niat ini muncul diduga karena Nani sakit hati kepada Tomi yang memilih menikah dengan wanita lain.
Ide meracun menggunakan makanan atas saran dari R pria pelanggan Nani di salon. Kata R racun itu hanya membuat orang mual diare tidak mematikan. Tapi entah kenapa faktanya racun pada satai itu memakan korban. Satai beracun itu salah sasaran, karena yang makan satai bukan Tomi melainkan keluarga Bandiman. Kejadian satai dicampur racun ini hanya kasuistik. Yang perlu digarisbawahi adalah, merencanakan dan melakukan tindakan apapun hendaknya pada saat waras, tidak sedang dendam atau sakit hati. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved