Breaking News:

Berita Kudus

Bupati Kudus HM Hartopo Imbau Warga Tidak Gelar Arak-arakan Takbir Keliling Jelang Lebaran

Bupati Kudus HM Hartopo mengimbau warganya tidak menggelar arak-arakan takbir keliling jelang lebaran.

Tribun Jateng/Arief Novianto
Warga membawa serta replika naga saat melakukan takbir keliling di Tentara Pelajar, Kota Semarang, Kamis (14/6/2018). 

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo mengimbau warganya tidak menggelar arak-arakan takbir keliling jelang lebaran.

Hal itu untuk mengantisipasi kerumunan yang terjadi di malam lebaran. Juga mencegah penularan Covid-19 di Kudus.

Menurut Hartopo, dengan mencegah adanya kerumunan yang rentan mengabaikan protokol kesehatan, pihaknya bisa menekan lonjakan angka Covid-19.

"Takbir keliling kita imbau tidak ada. Kemarin saya minta pak camat dan pak kades untuk menindaklanjuti terkait kerumunan-kerumunan di desa," kata Hartopo.

Dia menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa agar di daerah pinggiran atau yang jauh dari kota tidak menggelar takbir keliling.

Untuk itu, Hartopo berharap imbauan ini bisa sampai ke tingkat desa sehingga pada malam menjelang lebaran tidak ada kerukunan.

Terpisah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus juga sudah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan takbiran dan salat idul fitri.

Kasubag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kudus Jamilun mengatakan, surat edarar tersebut kenindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 4 Tahun 2021. Ada tiga poin dalam surat edaran tersebut.

1. Agae umar Islam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 dengan penuh rasa syukir kepada Allah SWT dengan memperbanyak mengumandangkan takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih di Masjid, Musholla dan rumah masing-masing.

2. Kegiatan dalam mengumandangkan takhir hendaknya tetap menjaga ketentraman fan kondusifitas umst, dilaksanakan di Masjid dan Mushola dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

3. Shalat Idul Fitri 1 Syawwal 1442 H/2021 dapat dilaksanakan di Masjid atau di lapangan terbuja dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasaekan pengumuman Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus.

"Yang jelas nanti kementerian agama meneruskan ke pondok pesantren, ke pengurus masjid. Nanti akan ditindaklanjuti seperti itu. Dengan cara mendapat juknis dari provinsi," imbuhnya, Rabu, (5/5/2021).(yun).

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved