Berita Regional
Cerita Siti Saksi Tukang Becak Sebelum Terjatuh dan Meninggal di Jalan Pemuda Semarang
Tukang becak yang meninggal dunia mendadak di Jalan Pemuda 2 B, Dadapsari, Semarang Utara, ditemukan tanpa identitas.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tukang becak yang meninggal dunia mendadak di Jalan Pemuda 2 B, Dadapsari, Semarang Utara, ditemukan tanpa identitas.
Pria tersebut berusia sekira 50 tahun lebih.
"Betul belum ada identitasnya.
Saat ini mayat korban dibawa ke RSUP Kariadi," tutur Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara Iptu CR Haryono.
Dia menjelaskan, hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis Polrestabes Semarang tak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Diduga korban meninggal dunia akibat sakit menahun.
"Diperkirakan korban meninggal akibat penyakit yang diderita oleh korban," paparnya.
Sementara itu saksi mata, Siti Masrokan menjelaskan, sempat melihat korban selesai menurunkan penumpang.
Korban tampak berdiri di samping becak sambil memegang dada sebelah kiri.
Sesaat kemudian korban langsung terjatuh.
"Saya lantas berteriak minta tolong," terangnya.
Dia bersama warga lainya sempat hendak menolong korban.
Selepas diperiksa nadinya ternyata korban telah meninggal dunia.
"Kami niatnya mau nolong tapi korban sudah tak bernyawa," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang tukang becak ditemukan tewas di Jalan Pemuda 2 B, Dadapsari, Semarang Utara atau depan kantor KPP Pratama Kota Semarang, Kamis (6/5/2021) sekira pukul 16.00 WIB.
Korban ditemukan telentang di dekat becaknya.
Di tangan korban masih memegang uang Rp150 ribu.
"Korban tukang becak.
Tak ada identitasnya," papar Warga setempat M Rosidi kepada Tribunjateng.com.
Dia menjelaskan, korban tewas mendadak sempat membuat warga geger.
Pasalnya korban tiba-tiba terjatuh.
Selepas hendak ditolong korban sudah tak bernyawa.
"Korban meninggal di tempat.
Di tangan kanan megang uang Rp150 ribu," terangnya.
Dari penuturan sejumlah saksi, korban membawa seorang penumpang dari arah barat ke utara.
Setiba di lokasi kejadian, korban mendapat upah dari penumpang.
Penumpang tersebut lantas melanjutkan perjalanan dengan naik angkot.
Tak berselang lama korban terjatuh di samping becaknya.
"Sebabnya ga tau bisa saja kecapean," imbuh Rosidi.
Sementara itu, tukang becak Poiman mengatakan, tak kenal korban.
Mungkin korban tukang becak dari wilayah lain.
"Sama sekali tak kenal.
Tadi ada yang bilang dari Indraprasta.
Kalau tukang becak sini ga ada yang kenal," bebernya.
(Iwn)