Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penanganan Corona

Muncul Klaster Pengajian di Boyolali, 12 Warga Terdeteksi Positif Covid-19, Ini Kronologinya

Kini merembet muncul baru klaster pengajian di Boyolali, yakni di Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari yang merupakan pemekaran Ampel.

Tayang:
Editor: m nur huda
coronajateng
Update kasus virus corona atau Covid-19 Jawa Tengah Sabtu 8 Mei 2021. Muncul Klaster Pengajian di Boyolali, 12 Warga Terdeteksi Positif Covid-19, Ini Kronologinya 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Setelah adanya klaster piknik di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali dan mengharuskan desa dilockdown.

Di tengah kasus tersebut belum tuntas, kini merembet muncul baru klaster pengajian di Boyolali, yakni di Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari yang merupakan pemekaran Ampel.

Klaster tersebut berasal dari acara pengajian di rumah warga.

Klaster Pengajian di Boyolali, 12 Warga Positif Covid-19

Total ada sebanyak 12 warga dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari seorang warga berinisial D yang mengeluhkan kondisi kesehatannya.

"Ada keluhan badannya tidak enak terus inisiatif sendiri periksa ke rumah sakit PKU dan di-rapid antigen hasilnya reaktif," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (8/5/2021).

Dia menerangkan, pasien kemudian pergi ke puskesmas Gladagsari dan meminta petugas kesehatan di sana untuk didaftarkan uji swab PCR.

"Salah seorang petugas kesehatan diminta tidak boleh bilang siapa-siapa, kemudian pada tanggal 20 April 2021 pasien di-swab," ucap Ratri.

Namun, sebelum hasil uji swab PCR keluar, pasien malah menggelar acara rewangan untuk kegiatan pengajian di rumahnya pada 25 April 2021.

Warga setempat pun belum mengetahui kalau hasil uji rapid test antigen pasien reaktif.

"Ternyata sehari setelahnya, hasil uji swab PCR pasien keluar dan menunjukkan positif Covid-19," jelasnya.

Tertular Setelah Jadi Kru Dapur untuk Pengajian

Lebih lanjut dia menuturkan, tracing kontak erat yang dekat pasien pun dilakukan dan ditemukan 21 orang menjalani swab massal.

"Ditemukan 11 warga positif Covid-19, jadinya total 12 orang positif termasuk D," tutur dia.

Mereka yang terpapar Corona menurut dia, adalah warga yang kontak erat saat rewangan atau kru dapur.

"Hari ini ada rapat satgas dan desa, bagaimana kelanjutannya terkait klaster itu," paparnya.

Klaster Piknik di Klaten, 35 Orang Positif dan 1 Meninggal

Sebelumnya, imbas puluhan orang terpapar virus Corona, kampung di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali masih lockdown.

Pantauan TribunSolo.com Sabtu (24/4/2021), sejumlah jalan masuk kampung masih diportal dan dipasang poster peringatan jalan ditutup.

Bahkan sejumlah anggota perlindungan masyarakat (Linmas) berjaga-jaga di kawasan pintu masuk kampung.

Sebelumnya, seorang warga berinisial NS (51) meninggal dunia akibat Covid-19.

Ia sempat dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 selama beberapa hari sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya.

Pasien sempat ikut serta dalam piknik ke Gunung Kidul, Yogyakarta yang diadakan lingkungan RW setempat sekira 4 April 2021 lalu.

Kondisi kampung yang sepi karena lockdown di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali akibat puluhan terkena Corona habis liburan ke Jogja.
Kondisi kampung yang sepi karena lockdown di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali akibat puluhan terkena Corona habis liburan ke Jogja. ((*))

Camat Ampel, Dwi Sudarto mengungkapkan, sebelum pasien ikut serta, ternyata ada temuan kasus Covid-19 di lingkungannya bekerja.

Pasien diketahui berprofesi sebagai karyawan sebuah pabrik kawasan Gladagsari, Kabupaten Boyolali.

"Saat itu belum ada tracing dari pihak pabrik, dan pasien ikut dalam piknik 4 April itu," ungkap Dwi kepada TribunSolo.com, Jumat (23/4/2021).

Pasien baru mengetahui dirinya masuk dalam tracing kasus temuan Covid-19 lokasinya bekerja sekira tanggal 6 April 2021.

Ia kemudian menjalani uji swab antigen.

Selang sehari setelahnya, pasien dinyatakan reaktif.

"Langsung diminta menjalani uji swab PCR," jelas Dwi.

Hasil uji tersebut keluar 8 April 2021 dan menyatakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Kontak erat dan dekat pasien kemudian kena tracking, termasuk rombongan piknik ke Gunung Kidul.

Dari rombongan piknik itu, total ada 47 yang terkena tracking.

"Kemudian yang diketahui positif 35 orang," ucap Dwi.

Artinya, total ada 36 orang rombongan piknik asal Desa Candi terkonfirmasi positif Covid-19.

Tiga di antaranya dirawat di rumah sakit rujukan, termasuk NS.

Sementara, istri dan dua anak NS tidak terkonfirmasi positif Covid-19.

Istri pasien kemudian menghubungi Dwi, Rabu (21/4/2021).

Ia mengabarkan pasien membutuhkan donor plasma kovalesen O plus.

"Kami kemudian menghubungi PMI dan mendapatkannya," kata Dwi.

Namun sayang, pasien meninggal dunia, Kamis (22/4/2021) sekira pukul 14.30 WIB.

Ia kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat sekira pukul 19.00 WIB.

"Ia tidak punya komorbid. Pemakaman menggunakan protokol kesehatan Covid-19," ujar Dwi. (tribun network/thf/TribunSolo.com)

Berita terkait Klaster Pengajian

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Klaster Piknik Belum Usai, Muncul Klaster Pengajian di Boyolali, 12 Warga Positif Covid-19

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved