Breaking News:

Berita Kudus

Muhaimin Jekulo Kudus Harus Lebaran di Penjara Gara-gara Jual LPG di Luar Wilayah Semarang

Pelaku pendistribusi  LPG 3 kilogram dan 12 kilogram  di luar wilayah dan tanpa izin angkut ditangkap polisi di Jalan Lingkar Demak

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Tersangka Moh Haimin (36) pelaku pendistribusi LPG 3 kilogram di luar wilayah saat digelandang ke Polres Demak, Selasa, (11/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pelaku pendistribusi  LPG 3 kilogram dan 12 kilogram  di luar wilayah dan tanpa izin angkut ditangkap polisi di Jalan Lingkar Demak, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, pada (19/4/2021) lalu.

Muhaimin ditangkap saat perjalanan  mengangkut gas dari Semarang ke arah Kudus

Saat ditangkap warga Desa Klaling,  Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu tidak bisa menunjukkan perizinan mengambil dan mengedarkan gas tersebut.

Sehingga pelaku langsung digelandang ke Polres Demak.

Kasatreskrim Polres Demak Ajun Komisarin Polisi Agil Widiyas Sampurna menerangkan, pelaku ditangkap karena menjual LPG di luar wilayah tanpa izin.

Selain itu, bisnis yang dijalanlan Muhaimin tidak ada izin aktif.

"Kami menemukan LPG bersubsidi 3 kg diserahkan atau diambil dari Semarang dan akan diedarkan di luar wilayah Semarang.

Pelaku menjual LPG di wilayah tanpa izin angkut," kata Agil saat gelar perkara, Selasa, (11/5/2021).

Dia membeberkan, pelaku sudah menjalankan bisnis selama 7 bulan.

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata dia, LPG tersebut nanti akan diedarkan di sejumlah daerah, seperti Pati, Kudus, dan Grobogan.

Di daerah tersebut, Moh Haimin akan mengedarkannya di sejumlah toko dan agen.

Dalam waktu sebulan,  pelaku bisa menjual LPG sebanyak 100 tabung.

Adapun barang bukti yang diamankan pihak kepolisian. 1 Mobil Pikap yang digunakan untuk mengangkut barang, 280 tabung gas LPG 3 kilogram tutup segel hijau dari Semarang, 1 tabung gas LPG 12 kilogram, 2 tabung gas LPG 3 kilogram, 1 pipa kuningan, 1 besi bulat, 6 segel plastik dan tutup segel LPG 3 kilogram, 28 karet sill gas LPG.

Menurut Agil, pelaku dijerat Pasal 40 poin 9 tentang Perubahan bunyi Pasal 53 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan atau Pasal 53 huruf b juncto Pasal 23 Ayat (2) huruf b UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.(yun)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved