Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

PKS Minta Pemerintah Waspada Kedatangan Kapal Perang China di Perairan Indonesia

PKS mengingatkan pada Kemenhan untuk waspada aktifitas kapal China di wilayah Indonesia, terutama terkait bantuan evakuasi Kapal Selam KRI Nanggala 40

Editor: m nur huda
Twitter
Xing Dao-861 yang sejenis dengan Xing Dao-863 milik Angkatan Laut China 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, Sukamta mengingatkan pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk waspada aktifitas kapal China di wilayah Indonesia, terutama terkait bantuan evakuasi Kapal Selam KRI Nanggala 402.

Namun, Sukamta juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah China dalam penanganan tenggelamnya KRI Nanggala-402.

"Terima kasih kepada pemerintah China atas bantuan dalam musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402," kata Anggota Fraksi PKS Komisi I DPR, Sukamta, kepada wartawan Rabu (12/5/2021).

Selain itu, Sukamta mengingatkan Kemenhan, TNI, BAIS dan stakeholder terkait pertahanan untuk mewaspadai tujuan di balik kapal-kapal perang China yang geruduk Indonesia beberapa waktu terakhir.

Sukamta memamparkan beberapa kejadian yang relevan terkait keamanan dan data laut Indonesia sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan dalam situasi apapun.

"Beberapa kali kita menemukan sea glider yang di duga milik China tanpa izin diduga sedang mengumpulkan data laut Indonesia. Ini hanya beberapa yang ketahuan yang tidak ketahuan bisa jadi lebih banyak," ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini menambahkan, pernyataannya bahwa setiap pergerakan militer asing harus diwaspadai termasuk ketika operasi kemanusiaan termasuk bantuan Angkatan Laut China kepada Indonesia  dalam penanganan KRI Nanggala-402.

Sukamta menjelaskan, dua kapal yaitu Xing Dao-863 dan Ocean Tug Nantuo-185 merupakan kapal penyelamat dan pengangkat kapal sehingga tepat ketika membantu pengangkatan Nanggala 402.

"Namun, kapal Scientific Salvage Tan Suo 2 merupakan kapal penelitian ilmiah yang beroperasi di bawah Institut Sains dan Teknik Laut Dalam dari Akademi Ilmu Pengetahuan Cina patut diwaspadai. Kapal ini bisa menjalankan tugas ganda yaitu membantu pengangkatan Nanggala 402 sekaligus mengumpulkan data tentang laut Indonesia," ujarnya.

Sukamta juga memberikan catatan terkait dengan adanya latihan kapal perang bersama antara TNI Angkatan Laut Indonesia dengan angkatan Laut China.

"Latihan bersama merupakan hal penting untuk saling memahami dan komunikasi antar negara namun kami memberi catatan apakah latihan kapal perang ini akan memberikan pemahaman ketika kelak masing-masing pihak bertugas menjaga perbatasan wilayah laut negara? Atau latihan ini membuka peluang pengumpulan data-data tentang laut dan kekuatan alutsista Angkatan Laut Indonesia?" ucapnya.

Selain itu, beberapa pekan terakhir kapal-kapal perang China berdatangan ke Indonesia di tengah memanasnya hubungan China dengan Amerika Serikat dan sekutunya yaitu Australia tentu memiliki maksud politik.

Muncul dugaan bahwa kapal Australia sengaja meninggalkan KRI Nanggala 402 lebih awal karena tidak ingin berkonfrontasi langsung atau diketahui data-data kapal perang yang Australia gunakan.

"Aktivitas kapal perang China di wilayah Indonesia tentu memberikan kesan dunia internasional tentang posisi Indonesia. Indonesia harus bersikap bebas aktif, jangan sampai terseret dalam konflik AS dengan China," ujarnya.

Ketua BPPLN DPP PKS ini pun mengajak pemerintah RI, TNI untuk memastikan keamanan data laut Indonesia dan tidak turut terperangkap dalam konflik di Laut China Selatan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved