Air Rob
Menengok Lebaran di Tengah Genangan di Bedono Sayung Demak
Lebaran di Dukuh Pandansari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, memang beda. Lalu-lalang warga yang hendak berkunjung ke sanak saudara
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
"Kalau jalan ini sudah ditinggikan 1 meter, 4 tahun pasti meninggikan lagi. Setiap 4 tahun jalan tinggi pasti tenggelam lagi," kata dia.
Warga juga sudah tahu kapan rob akan datang dan pergi. Mereka mengacu pada penanggalan hijriah atau berpatokan pada rotasi bulan.
"Kalau saat-saat seperti ini, rob besar itu datangnya sekitar tanggal 7 hijriah sampai sekitar tanggal belasan. Meski setiap hari ada rob, tapi tidak seberapa," ujar dia.
Rob terbesar, katanya, terjadi pada akhir Syakban menjelang Ramadan. Warga menyebutnya rob kesongo. "Rob bisa mencapai 1 meter tingginya," ujar dia.
Genangan Rob ini juga memutus jalan kabupaten yang menghubungkan antardukuh di desa tersebut. Bahkan beberapa dukuh kini hanya tinggal segelintir warga yang masih bertahan. Selebihnya mereka pindah ke tempat yang lebih aman dari rob.
Misalnya di Dukuh Senik dan Tambaksari hanya tersisa hitungan jari saja yang tinggal. Sementara di dukuh lain di Desa Bedono, yakni Dukuh Bedono, Pandansari, Mondoliko, dan Morosari masih banyak warga yang tinggal meski sudah terdampak rob.
"Biasanya ke daerah selatan, di Sayung bagian selatan atau wilayah tang tidak terkena rob," kata dia. (*)
• Pengunjung Wisata Goa Kreo Semarang Turun 70%
Baca juga: Momen Malam Takbiran Lebaran Digunakan Kakak Adik di Lampung Berduel Hingga Mati
• Masih Ada Pengunjung PAI Tegal yang Abai Protokol Kesehatan, Maman: Usia Remaja
Baca juga: Hendak Wisata, 15 Kendaraan Asal Jatim Diputar Balik Saat Melintas di Pos Penyekatan Cemoro Kandang
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :