Breaking News:

Bolehkah Puasa Syawal Tidak Dikerjakan 6 Hari Berurutan? Ini Penjelasan Ulama

Bulan Ramadhan 1442 H sudah berakhir. Umat muslim di seluruh dunia pun telah merayakan hari kemenangan Hari Raya Idul fitri.

lifehopeandtruth.com
Bolehkah Puasa Syawal Tidak Dikerjakan 6 Hari Berurutan? Ini Penjelasan Ulama 

Namun beberapa ulama memiliki pandangan yang berbeda terkait tata cara Puasa Syawal ini.

Ada yang menyebut, enam hari puasa syawal harus dilakukan secara berurutan.

Namun ada juga yang menyebut tidak harus berurutan.

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa menurut pendapat Imam Ahmad, puasa Syawal boleh dilakukan secara berurutan, boleh pula tidak berurutan.

Dan tidaklah yang berurutan lebih utama daripada yang tidak berurutan.

Setelah melaksanakan ibadah puasa, umat islam dianjurkan menjalankan puasa syawal selama 6 hari di bulan Syawal (Istimewa)
Sedangkan menurut madzhab Syafi’i dan Hanafi, puasa Syawal lebih utama dilaksanakan secara berurutan sejak tanggal 2 Syawal hingga 7 Syawal.

Berdasarkan pendapat lain, yakni Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu mengatakan, puasa enam hari di bulan Syawal boleh dikerjakan secara terpisah-pisah atau tidak berurutan.

Tapi lebih afdal berurutan dan langsung setelah hari raya (dikerjakan tanggal 2-7 Syawal).

Jadi, tidak ada madzhab yang tidak memperbolehkan puasa ini di hari lain selain tanggal 2-7, yang penting masih berada di bulan Syawal.

Namun, hendaknya tidak berpuasa khusus di hari Jum’at tanpa mengiringinya dengan puasa di hari Kamis atau Sabtu karena adanya larangan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved