Breaking News:

SMC RS Telogorejo

7 Rumah Sakit Swasta Bentuk Klinik Imunicare Untuk Sediakan Variasi Vaksin

SMC RS Telogorejo Semarang bersama dengan enam rumah sakit besar di Indonesia melakukan MoU dengan Biofarma.

TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Perwakilan 7 rumah sakit swasta dan pihak PT Bio Farma melakukan penandatanganan kerjasama penyediaan vaksin di klinik Imunicare masing-masing rumah sakit. 

aporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SMC RS Telogorejo Semarang bersama dengan enam rumah sakit besar di Indonesia melakukan MoU dengan Biofarma.

MoU tersebut bertujuan untuk menjadi bagian dari rumah sakit yang melayani aneka vaksin, dan memiliki klinik IMUNICARE yang diawasi oleh PT Bio Farma (Persero).

Enam rumah sakit lain yang masuk dalam kerjasama tersebut, antara lain RS Dr Oen Solo Baru, RS Dr Oen Kansa Solo, RS Adi Husada Kapasari Surabaya, RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya, RS Husada Jakarta, dan RS Panti Nirmala Malang. Ketujuh rumah sakit tersebut juga tergabung dalam rumah sakit FORKOM.

Kerjasama ditandatangani oleh Dr. Koesbintoro Singgih, Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo selaku perwakilan dari RS FORKOM, dan dari pihak PT. Bio Farma (Persero) diwakili oleh Dr. Mahsun Muhammadi Kepala Divisi Retail & Pelayanan.

Usai acara MoU, Dr. Koesbintoro Singgih, menjelaskan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh RS FORKOM untuk dapat melakukan kerjasama pengoperasian klinik IMUNICARE. Salah satunya harus memiliki dokter yang sudah mengikuti pelatihan vaccinology dari perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam.

"Adapun, dokter tersebut harus mendapatkan kewenangan pelayanan vaksinasi internasional, atau sertifikat ICV. Pihak rumah sakit juga harus memiliki manajemen rantai pendingan sesuai standar internasional penyimpanan vaksin," imbuhnya.

Dia melanjutkan, rumah sakit perlu memiliki izin operasional fasilitas pelayanan kesehatan. Serta, melakukan pengelolaan, pencatatan, pelaporan stok, dan melakukan penanganan limbah vaksin dengan baik.

"Saya rasa RS Telogorejo sudah memenuhi semua unsur itu. Sehingga sudah layak memiliki klinik IMUNICARE. Mereka juga sudah punya tempat penyimpanan vaksin sendiri," tegas Koesbintoro.

Ada 62 jenis vaksin yang bisa dilayani di klinik IMUNICARE. Beberapa di antaranya yakni, vaksin flu, hepatitis, rubella, cevarix, polio, MMR, tetanus, difteri , dan masih banyak lagi.

"Dalam waktu mendatang tidak menutup kemungkinan klinik IMUNICARE bisa melayani vaksin Covid-19. Namun dengan tetap mengikuti prioritas sasaran dan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Semua vaksin dan kualitasnya dijamin oleh PT Bio Farma (Persero). Sehingga masyarakat terjamin memperoleh vaksin yang aman, bermutu, dengan harga terjangkau," tuturnya.

Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi, berperan dalam penyediaan vaksin untuk program Vaksinasi Gotong Royong (VGR), serta memiliki tanggung jawab untuk mendistribusikan vaksin-vaksin tersebut ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang memenuhi persyaratan.

"Berdasarkan aturan PMK Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi corona virus disease 2019. Sebelumnya, PT Bio Farma dan Kadin sudah melakukan kerjasama untuk melakukan vaksin yang diperuntukkan bagi karyawan swasta," ujarnya.

Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengatakan klinik IMUNICARE merupakan penyedia layanan vaksin terpadu yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

"Sedangkan SMC RS Telogorejo sudah memenuhi beberapa persyaratan. Vaksin sebenarnya bukan mencegah, melainkan untuk menurunkan angka pesakitan dan kematian akibat virus. Salah satunya Covid-19. Karena mobilisasi masyarakat sangat berpengaruh," katanya.(afn)

Penulis: faisal affan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved