Breaking News:

Berita Internasional

Puluhan Ribu Dokter India Desak Pemerintah Segera Pekerjakan Mereka untuk Bantu Perangi Covid-19

Varian Covid-19 India yang lebih menular itu mendorong tambahan sekitar 400.000 infeksi baru setiap hari, dengan lebih dari 4.000 kematian sehari.

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Seorang pasien memakai masker oksigen dibawa ke rumah sakit Covid-19 untuk dirawat di tengah penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di Ahmedabad, India, Senin (26/4/2021). India dihantam kengerian dengan lonjakan kasus Covid-19 mencetak rekor tertinggi dunia melampaui 17 juta kasus.(REUTERS/AMIT DAVE) 

TRIBUNJATENG.COM, GUWAHATI - Sebanyak 90.000 dokter India yang dipersenjatai dengan gelar medis dari Rusia, China, dan Ukraina mendesak pemerintahnya segera mempekerjakan mereka untuk memerangi Covid-19, alih-alih berdiam diri untuk menunggu izin lokal.

Seperti diketahui, India sangat terpukul oleh pandemi.

Varian baru virus corona menjadi pemicu lonjakan infeksi.

Baca juga: Ada Foto dan Video Porno dalam Konferensi Pers Mantan Pimpinan KPK, ICW Beberkan Ada Upaya Peretasan

Baca juga: Dandim VS Ketum GNPK RI Basri Budi Utomo, Ditahan Kejari Tegal: Saya Bukan Bajingan

Baca juga: Heboh Emak emak Temukan Telur Palsu, Hasil Penyeledikan Berkata Lain

Baca juga: Kisah Anak Meggy Wulandari yang Menangis saat Dibilang Mukanya Mirip Kiwil

Varian Covid-19 India yang lebih menular itu mendorong tambahan sekitar 400.000 infeksi baru setiap hari, dengan lebih dari 4.000 kematian sehari.

Tak ayal, kondisi itu membebani sistem kesehatan di negara dengan penduduk sebanyak 1,3 miliar jiwa tersebut.

Lulusan dari sekolah kedokteran luar negeri termasuk Bangladesh, Filipina, Nepal dan Kyrgyzstan, harus lulus ujian lokal di India sebelum mereka diizinkan untuk berlatih.

Banyak yang telah lulus ujian dan menunggu izin mereka dikeluarkan.

Sementara yang lain harus mengikuti ujian bulan depan.

"Kami tidak menuntut lulusan asing diizinkan untuk melakukan operasi, tetapi mereka harus diizinkan bekerja sebagai pekerja garis depan pada saat kritis seperti itu," kata Najeerul Ameen, presiden Asosiasi Lulusan Medis Asing Seluruh India melansir Reuters pada Senin (17/5/2021).

Pakar kesehatan memperingatkan, India akan segera menghadapi kekurangan staf medis di unit perawatan kritis saat gelombang kedua mencapai puncaknya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved