Kualifikasi Piala Dunia 2022
Media Vietnam Kritik Latihan Timnas Indonesia di Pantai, Kualifikasi Piala Dunia 2022 Memanas
Media Vietnam menyoroti dan melontarkan kritik soal materi latihan Timnas Indonesia yang Shin Tae-yong kepada Rachmat Irianto dkk gelar di pantai.
TRIBUNJATENG.COM, DUBAI - Media Vietnam menyoroti dan melontarkan kritik soal materi latihan Timnas Indonesia yang Shin Tae-yong kepada Rachmat Irianto dkk gelar di pantai.
Meskipun laga Timnas Indonesia vs Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, grup G zona Asia baru tersaji di Uni Emrat Arab (UEA) pada 7 Juni 2021.
Timnas Indonesia melakoni latihan perdana di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (17/5/2021) sore waktu setempat.
Latihan tersebut digelar di pantai yang letaknya tak jauh dari tempat menginap, yakni JA Resorts and Hotels Dubai.
Sesi latihan Evan Dimas dkk dibuka dengan melakukan pemanasan dan senam ringan guna melemaskan otot-otot yang kaku.
Pasalnya, para penggawa Timnas Indonesia harus menempuh perjalanan panjang dari Jakarta menuju Dubai selama delapan jam.
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa fokus latihan perdana Timnas Indonesia di Dubai adalah pemulihan kondisi fisik.
"Menu latihan hari ini memang mengenai pemulihan fisik para pemain usai beberapa jam berada di pesawat," tandas Shin Tae-yong dikutip Surya.co.id dar laman PSSI.
Shin Tae-yong menyusun materi pelatihan pada hari pertama tersebut hanya untuk beradaptasi dengan cuaca dan lingkungan sekitarnya.
"Dengan berfokus pada pemulihan stamina dari pemain itu sendiri usai perjalanan melelahkan dari Jakarta ke sini," imbuh Shin Tae-yong.
Melihat materi dan lokasi latihan Timnas Indonsia, media asal Vietnam The Thao, menyebut bahwa lokasi latihan Timnas Indonesia tersebut tidak wajar.
The Thao bahkan menilai bahwa keputusan Shin Tae-yong mengadakan sesi latihan di pantai bisa menimbulkan dua masalah.
Menurut The Thao, masalah yang pertama adalah tingginya suhu di Dubai yang bisa mencapai 40 derajat celsius.
Suhu tersebut dinilai bisa semakin memeras kondisi fisik pemain, terlebih lagi setelah melakoni perjalanan panjang.
Lalu, masalah yang kedua menurut The Thao adalah tekstur dari pasir pantai itu sendiri.