Berita Temanggung
Inilah Sosok Aisyah Temanggung Dibunuh di Mata Tetangga, Bertolak Belakang dengan Kata Si Dukun
Kasus meninggalnya Aisyah (7) warga Dusun Paponan Desa Bejen Kecamatan Bejen Kabupaten Temanggung kini masih meninggalkan tanda tanya.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: galih permadi
Sang ayah korban, Marsidi juga dikenal sebagai pekerja yang ulet.
Berdasarkan keterangan sejumlah rekan kerjanya, lanjut Mustakim, ayah korban merupakan karyawan teladan dengan datang lebih awal dan pulang pada waktunya.
"Kalau istrinya atau ibu korban, sehari-hari menjahit.
Dados (jadi) semuanya kaget, mboten nyongko kejadian itu (tidak menyangka kejadian itu)," tuturnya.
Selama ini, terang Mustakim, warga tidak melihat atau mendengar hal-hal yang berbeda dari kebiasaan keluarga Marsidi.
Bahkan, tetangga terdekatnya pun tidak mendapati gelagat aneh pada keluarga Marsidi.
Begitupun tidak mencium bau mayat atau bau menyengat semacamnya sehari-hari.
Mustakim memastikan bahwa ia tidak terlalu mengenal siapa dukun dan asistennya.
Menurutnya, kedua orang yang ikut ditetapkan sebagai tersangka itu tidak dikenal sebagai dukun atau ahli spiritual.
Melainkan seorang karyawan swasta yang tinggal di dusun lainnya di Desa Bejen.
"Ya setelah kejadian itu, suasana di sekitar masih baik-baik saja.
Kakak korban saat ini dibawa keluarga kakeknya di Congkrang.
Cuma, kalau malam hari biasanya habis Maghrib Isya masih ramai, tapi saat ini warga memilih di rumah, agak sepi dari biasanya.
Untuk tahlilan mendoakan korban tetap kita laksanakan sampai 7 hari bertempat di rumah saudara Marsidi," tuturnya.
Fakta-fakta Pembunuhan Aisyah