Berita Pati
Pemancing di Pati Seberangi Sungai Pakai Ember Kemudian Hanyut, Ditemukan Telah Tewas
Budi mengatakan, pihak keluarga, yakni istri korban yang merupakan warga Talun, menghendaki agar jenazah langsung dimakamkan setelah dievakuasi.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Jenazah Dwi (laki-laki, 35) ditemukan terapung di Kali Palelesan, Desa Talun, Kecamatan Kayen, Senin (24/5/2021) pagi.
Warga Desa/Kecamatan Kayen yang berprofesi sebagai satpam itu kemarin dilaporkan hilang terseret arus sungai.
Kasi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Budi Mulyawan, mengatakan bahwa Kemarin Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian hingga malam hari.
Namun hasilnya nihil. Sehingga pencarian baru dilanjutkan pagi ini.
"Jenazah korban ditemukan pukul 08.00 WIB tadi. Jasadnya masih utuh, namun sudah agak menggelembung karena lama berada di air," ujar dia.
Budi mengatakan, pihak keluarga, yakni istri korban yang merupakan warga Talun, menghendaki agar jenazah langsung dimakamkan setelah dievakuasi.
Sementara, Relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Pati Gunawan mengatakan, tenggelamnya korban mulanya diketahui sekira pukul 13.00 WIB.
Pada saat itu, korban menyeberangi Sungai Jeratun dengan alat bantu ember bekas cat ukuran 25 kilogram.
Dia bermaksud mencari lokasi memancing yang bagus.
Namun, belum sampai di tepi sungai, korban terlebih dahulu terseret arus sungai, sehingga kemudian tenggelam
Endro, saksi mata yang juga rekan memancing korban, mengatakan bahwa kemarin dirinya pergi memancing bersama dua orang temannya, termasuk Dwi.
Dia tidak menyangka Dwi tewas tenggelam. Sebab, di antara dua temannya, justru Dwi yang punya keterampilan berenang.
Ketika hendak menyeberangi sungai, lanjut Endro, sebetulnya dia sudah meminta Dwi untuk menunggu dirinya mencari bantuan perahu.
"Awalnya teman saya yang dua orang ini saya suruh menunggu di pinggir terlebih dulu. Saya mau cari bantuan perahu yang lewat, tapi pemilik perahu bilang kalau muatan sudah penuh," kata dia.
Selanjutnya, Endro diberi saran pada pemilik perahu untuk menyeberang lewat sisi sungai yang dangkal.
"Tapi tahu-tahu dia sudah teriak minta tolong. Dia menyeberang bawa ember dan embernya terbalik. Saya tidak bisa mengejar karena jaraknya sudah 25 meter," tandas dia. (mzk)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :