Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Jenazahnya Sempat Dibawa Keliling Karanganyar, Motif Pembunuhan Ridwan Pesilat PSHT Terungkap

Kemudian mereka berdua meminta bantuan dari AI dan MF yang kemudian diinapkan ke mes salah satu pelaku

Editor: muslimah
TribunSolo.com/Muhammad Irfan
Mobil panther yang digunakan untuk membawa jenazah Ridwan yang kini diamankan oleh Polres Karangnyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kematian Ridwan, pesilat PSHT terjadi setelah ia melakukan duel.

Mayat pelaku kemudian dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa berkeliling Karanganyar.

KBO Satreskrim Polres Karanganyar, Ipda Anton Sulistiyana mengatakan, dari pengakuan para pelaku, awalnya tidak ada niat membunuh Ridwan.

"Mereka berduel karena salah satu tersangka atas nama Arga merasa difitnah," kata Ipda Anton.

Mereka berduel di Lingkungan Jungke RT 02/RW 02, Kelurahan Jungke, Karanganyar pada Minggu (16/5/2021) dinihari.

Baca juga: Dulu Pernah Tobat, Terinus Enumbi Kembali Pimpin KKB dan Bunuh Perwira Kopassus saat Antar Sembako

Baca juga: Terduga Pelaku Pembunuh Ridwan Ternyata Ikut Melayat, Keluarga Beberkan Sikapnya saat Itu

Setelah duel, ternyata Ridwan meninggal dunia.

"Melihat Ridwan sudah tak bernyawa, Arga selaku pelaku utama kemudian panik dan memintan bantuan kawannya Wahyudi untuk mengamankan mayat tersebut agar tidak ketahuan," jelasnya. 

Kemudian mereka berdua meminta bantuan dari AI dan MF yang kemudian diinapkan ke mes salah satu pelaku. 

"Mereka sempat ingin membawa ke rumah sakit, namun melihat Ridwan sudah tak bernyawa akhirnya mereka panik," terangnya. 

"Para pelaku sempat keliling Karanganyar hingga Ngargoyoso dan Jatiyoso dengan mobil baru kemudian diinapkan," jelasnya.

"Mereka menggunakan sebuah mobil dengan merek panther yang kini sudah kami sita," imbuhnya. 

Para pelaku juga berbagi tugas, 3 di dalam mobil, dan satu membawa motor korban. 

"Itu juga yang menjadi indikasi penemuan kami dari kunci motor yang dalam kondisi terpasang dan off serta penemuan HP yang patah di dalam jok motor," ucapnya.  

Hingga akhirnya tercetuslah ide dari mereka untuk membuang jenazah Ridwan ke lokasi dekat rumahnya pada Senin (17/5/2021) dinihari. 

"Hanya berjarak 8 kilometer dari rumahnya," terangnya. 

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved