Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Perayaan Waisak di Kota Tegal Akan Berlangsung Sederhana dan Terbatas, Hanya 30 Umat

Menurut Romo Suriya, upaya menjaga jarak dilakukan dengan membatasi umat yang beribadat secara offline

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Seorang umat Buddha sedang berdoa di Metta Vihara di Jalan Udang, Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Perayaan Tri Suci Waisak 2565 BE pada 2021 di Metta Vihara Kota Tegal, akan berlangsung sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, pada Rabu (26/5/2021). 

Umat yang mengikuti peribadatan secara offline terbatas. 

Sementara untuk detik-detik Waisak 2565 BE akan jatuh pada pukul 18.13.30 WIB. 

Pemuka agama Buddha di Kota Tegal, Romo Suriyadhammo mengatakan, perayaan Waisak di Metta Vihara akan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan 5M. 

Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas. 

Menurut Romo Suriya, upaya menjaga jarak dilakukan dengan membatasi umat yang beribadat secara offline. 

Umat Buddha di Kota Tegal keseluruhan berjumlah 250 orang. 

Namun hanya 30 orang saja yang nanti akan mengikuti peribadatan di Metta Vihara.

Sisanya, khususnya umat lansia, akan mengikuti peribadatan secara virtual. 

"Nanti kebanyakan akan mengikuti secara virtual dari rumah. Sehingga hanya 30 umat saja yang hadir," katanya kepada tribunjateng.com, Senin (24/5/2021). 

Romo Suriya menjelaskan, biasanya sebulan menjelang perayaan Waisak, pihaknya mengundang biksu dari luar kota untuk pendalaman darma.

Tapi karena di tengah pandemi Covid-19, kegiatan tersebut ditiadakan. 

Meski begitu, Umat Buddha di Kota Tegal dianjurkan untuk melaksanakan puasa selama sebulan dan menjalankan atthasila (delapan sila).

Delapan sila tersebut yaitu, menghindari pembunuhan, menghindari pencurian, menghindari perbuatan asusila, menghindari kebohongan, menghindari makanan dan minuman keras.

Tidak makan setelah setengah hari.

Kemudian tidak menari, menyanyi, bermain musik dan mendengarkan hiburan.

Terakhir kedelapan tidak menggunakan wangi-wangian, perhiasan, serta tidur dan duduk di tempat yang sederhana. 

"Itu latihan untuk pengembangan diri. Di samping itu dianjurkan untuk mengatakan dan membacakan Paritta Suci setiap hari secara personal ataupun bersama keluarga," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved