Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Andi Kelabakan Cari Biaya Rumah Sakit Ilham Korban Tabrak Lari di Semarang : Semoga Terketuk Hatinya

Pasangan Andi Irwanto (41) dan Rida Yuneki (43) masih kelabakan mencari biaya rumah sakit anaknya Ilham Novianto (10) korban tabrak lari

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Andi Irwanto menunjukan foto anaknya yang masih terbaring lemah di RS Panti Wilasa, di rumahnya Rejosari 8 RT 9 RW 11 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Kota Semarang, 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Pasangan Andi Irwanto (41) dan Rida Yuneki (43) masih kelabakan mencari biaya rumah sakit anaknya Ilham Novianto (10) korban tabrak lari di Jalan Purwosari Raya, Semarang Timur, Kota Semarang.

Kini anaknya masih terbaring lemah di RS Panti Wilasa, Kota Semarang.

Tepatnya di kelas 3 ruang Delta lantai 4 nomor 15.

Baca juga: Deretan Vonis Penjara Rizieq Shihab dan 5 Eks Petinggi FPI Kasus Kerumunan Petamburan: Lebih Ringan

Baca juga: Mobil Pikap Angkut Orang Kecelakaan Tabrak Pohon, 7 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Penemuan Mayat Berlumuran Darah di Masjid Solo, Ini Ciri-cirinya

Baca juga: Neno Warisman Tak Marah Meski Disemprot Inul Daratista: Dia Diva Pintar Masak dan Sholat Tepat Waktu

Biaya hari pertama saja sudah menghabiskan dana Rp2 juta.

Belum lagi untuk biaya perawatan yang masih terus berjalan.

Menurut Andi, anaknya masih lemah dan sulit makan.

Akibat luka kecelakaan di bibir dan lidah yang mengalami sobek.

Selain itu, ada sejumlah luka meliputi lebam di wajah dan belakang kepala.

Tangan dan kaki juga mengalami sejumlah luka-luka seperti di pergelangan dan jempol kaki yang tergores aspal.

"Ilham semalaman menangis karena tubuh sakit semuanya.

Kami hanya bisa menenangkan mau gimana lagi dia masih kecil," katanya kepada Tribunjateng.com di rumahnya Rejosari 8 RT 9 RW 11 Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Kamis (27/5/2021).

Dibuat bingung anaknya yang terus menangis akibat kesakitan, Andi semakin bingung lantaran harus memikirkan biaya rumah sakit anaknya.

Dia mengaku, sudah dua tahun tak bisa bekerja lantaran  baru sembuh dari sakit TBC yang menahun.

Selama ini tulang punggung keluarga sepenuhnya ditanggung istinya yang bekerja sebagai penjual jajanan di pinggir jalan dekat rumah. 

Dia seharian ini sudah mondar-mandir ke Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan sebagai ikhtiar untuk mengcover biaya pengobatan anaknya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved