Penanganan Corona
Dinkes Klaim Kasus Covid-19 di Semarang Flat Pasca Lebaran, Larangan Mudik Berdampak Baik
Dinas Kesehatan Kota Semarang mengeklaim tidak ada kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan di Kota Lunpia dua pekan pasca Lebaran
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kesehatan Kota Semarang mengeklaim tidak ada kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan di Kota Lunpia dua pekan pasca Lebaran.
Pada 12 Mei lalu atau tepat satu hari sebelum Lebaran, kasus aktif di Kota Semarang sebanyak 366 kasus.
Tepat dua pekan pasca Lebaran, Kamis (27/5/2021) pukul 16.00, Covid-19 aktif di Kota Semarang berada pada angka 401 kasus.
Sebanyak 279 kasus merupakan warga Semarang dan 122 lainnya merupakan warga luar kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, kasus di Kota Semarang pasca Lebaran 2021 cenderung flat atau datar. Artinya, tidak ada kenaikan yang signifikan.
"Flat, tidak ada kenaikan yang signifikan. Angka masih diantara 300 - 400 kasus," ungkap Hakam.
Menurutnya, kebijakan larangan mudik yang ditetetapkan pemerintah pusat berpengaruh positif terhadap angka kasus.
Jika dibanding tahun lalu, kenaikan tidak terlalu signifikan. Pasalnya, pasca Lebaran 2020, kenaikan kasus mencapai 68 - 93 persen.
Di samping larangan mudik, penyekatan yang dilakukan di sembilan titik perbatasan juga membuahkan hasil yany cukup baik.
Sejumlah pengendara yang nekat mudik disekat dan diperiksa langsung. Sehingga, pelaku perjalanan yang terpapa Covid-19 diketahui dan langsung dilarikan ke tempat isolasi.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mengikuti anjuran pemerintah untuk mengurangi mobilitas saat Idulfitri tahun ini. Alhasil, tidak terlihat adanya lonjakan angka yang signifikan.
Menurutnya, tidak ada lonjakan Covid-19 itu terjadi karena upaya pencegahan yang dilakukan, di antaranya penyekatan pemudik pada setiap pintu masuk kota, pencegahan kerumunan, dan disiplin warga dalam melaksanakan protokol kesehatan yang menjadi kunci terpenting.
Meski demikian, Hendi mengungkapkan bahwa grafik jumlah orang terkonfirmasi positif masih belum turun konstan. Maka, pihaknya akan tetap menjalankan sejumlah antisipasi agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Kota Semarang.
Apalagi, saat ini klaster penyebaran Covid-19 di Kota Semarang terjadi di lingkup keluarga, sehingga pemerintah harus lebih teliti.
Dia berharap masyarakat dapat terus mendukung pemerintah dengan tertib menjalankan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-dinadul-hakam.jpg)