Breaking News:

Beruta Tegal

Kiat Satgas Jogo Tonggo Mejasem Barat Cegah Penularan Covid-19

Program Jogo Tonggo memiliki peran yang sangat penting dalam upaya penanganan Covid-19. Konsep Jogo Tonggo yang mengedepankan partisipasi aktif warga

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
Pemkab Tegal
Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal melakukan pantauan ke beberapa Desa yang melaksanakan Satgas Jogo Tonggo secara konsisten, pada Senin (24/5/2021) lalu.  

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Program Jogo Tonggo memiliki peran yang sangat penting dalam upaya penanganan Covid-19. Konsep Jogo Tonggo yang mengedepankan partisipasi aktif warga di tingkat wilayah dinilai mampu meminimalisasi angka penularan Covid-19. 

Salah satunya yang konsisten adalah satgas Jogo Tonggo di lingkungan RT 07/RW 17, Kampung Siaga Candi di Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat.

Saat ditemui tim Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal pada Senin (24/5/2021) lalu, Ketua Satgas Jogo Tonggo setempat, Cahyo Tri Atmojo mengungkapkan jika satgas ini terbentuk atas dukungan untuk mengamankan lingkungan dari rantai penularan virus corona.

“Dibentuknya Satgas Jogo Tonggo ini berawal dari kesepakatan bersama warga sebagai usaha mencegah penyebaran virus corona. Adanya sistem pengamanan lingkungan ini juga sekaligus memupuk dan meningkatkan rasa solidaritas antar warga, saling menjaga, saling membantu di tengah musibah, dan penderitaan akibat pandemi Covid-19,” ujar Cahyo, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (27/5/2021). 

Salah satu konsistensi kinerja Satgas Jogo Tonggo di lingkungannya adalah menjaga sarana tempat cuci tangan, sabun yang tersedia terpelihara dan berfungsi efektif. 

Sarana cuci tangan ini ada di halaman depan masing-masing rumah warga. Selain itu, secara rutin pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan, minimal satu minggu sekali.

“Sampai sekarang, pandemi sudah berjalan lebih dari satu tahun, kami masih rutin jaga malam untuk memantau aktivitas warga, disamping membuka ruang komunikasi warga. Warga melaporkan jika ada kedatangan tamu dari luar, atau apabila menjumpai seseorang yang bukan warga sini, maka akan kami data,” terangnya. 

Sempat ada warga yang terpapar dan menjalani isolasi mandiri. Secara otomatis warga sekitar akan membantu mencukupi kebutuhan konsumsi makan dan vitaminnya sehari-hari. 

“Semuanya dihimpun dari swadaya warga sini. Jika ada salah satu warga kami terinfeksi Covid-19, maka dana tersebut akan dialokasikan untuk membantu warga tersebut,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved