Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Wahai Pemotor Pelaku Tabrak Lari di Jalan Purwosari Raya Semarang Bertanggungjawablah!

Ilham, bocah kelas 3 SD jadi korban tabrak lari di Jalan Purwosari Raya, Semarang Timur, Rabu (26/5) sekitar 07.30 WIB.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Tangkapan layar CCTV saat kecelakaan tabrak lari timpa bocah kelas 3 SD di Jalan Purwosari Raya, Semarang Timur, Kota Semarang, Rabu (26/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Ilham, bocah kelas 3 SD jadi korban tabrak lari di Jalan Purwosari Raya, Semarang Timur, Rabu (26/5) sekitar 07.30 WIB.

Anak pasangan Andika Irwanto dan Rida Yaneki itu hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit Panti Wilasa.

Korban mengalami sejumlah luka di kepala, kaki dan tangan akibat kecelakaan tersebut. Hingga kini pelaku tabrak lari belum tertangkap.

Saksi mata, Siva mengatakan, ia sempat mendengar benturan keras. Saat ia keluar rumah, ia melihat korban sudah tergeletak.

Ia sempat melihat pemotor yang diduga menabrak korban kabur.

Menurutnya, pemotor itu berboncengan. Kedua mengenakan masker namun tidak memakai helm.

Sementara Ilham, ucap dia, sempat terlihat kejang. Karena itulah, Siva tak berani mendekat hingga akhirnya ada warga lain yang menolong dan membawanya ke rumah sakit.

"Saya menduga korban hendak menyeberang dari minimarket ke gang rumahnya," ucapnya kemarin.

Sementara tetangga korban, Heni mengaku sangat prihatin dengan musibah yang menimpa Ilham.

Menurutnya, Ilham merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Keluarga Ilham tergolong tidak mampu.

Ibu korban berprofesi sebagai penjual jajanan dan ayahnya sudah tidak mampu bekerja karena sakit-sakitan.

"Saya tanya biaya berapa di rumah sakit. Katanya sudah habis Rp 2 juta. Itu baru awal tidak tahu besok berapa biayanya," ucap dia.

Heni mengatakan, Rida Yaneki, ibunda Ilham kebingungan untuk membayar biaya rumah sakit.

Para tetangga sudah berusah membantu dengan mengusulkan agar mengajukan keringanan biaya rumah sakit baik melalui BPJS maupun Dinas Kesehatna Kota Semarang.

Di sisi lain, lanjutnya, kemungkinan korban masih cukup lama dirawat di rumah sakit.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved