Berita Cilacap
Menko PMK Ingatkan Penyebaran Varian Baru Covid-19, Sejumlah Wilayah di Jateng Harus Ditangani
Muhajir Effendy mengatakan ada beberapa tempat di Jateng, yang harus ditangani dengan sungguh-sungguh
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Indonesia, Muhajir Effendy mengingatkan akan penyebaran varian baru Covid-19.
Apalagi usai lebaran pada Juni ini kasus Covid-19 diprediksinya akan naik.
Muhajir Effendy mengatakan ada beberapa tempat di Jateng, yang harus ditangani dengan sungguh-sungguh.
Termasuk di Cilacap yang baru-baru ini juga ditemukan kasus Covid-19 varian baru asal India.
"Oleh karena itu saya berkunjung ke sini, untuk memantau bagaimana penanganan ABK kapal yang positif varian baru asal India tersebut," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, usai peresmian Gedung Banyumas Institut, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jumat (28/5/2021).
Mengko PMK menyampaikan semua pihak harus mengantisipasi tiga varian baru Covid-19, yaitu varian Inggris, Afrika Selatan dan India.
"Terutama india yang sangat ganas. Sekarang India angka kasus sangat tinggi, harus kita waspadai, jangan sampai merembet ke Indonesia," katanya.
Pihaknya menyampaikan belum ada tanda penyebaran, tapi jika ada sumbernya harus ditangani terutama yang ada di Sumatra.
"Banyak sekali pekerja migran yang di Sumatra yang tidak resmi atau ilegal. Kemudian ada gelombang arus balik dari Sumatra yang saat ini belum balik ke Jawa," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya dari 20 ABK, 14 di antaranya terdeteksi terpapar Covid-19 saat akan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.
Berdasarkan hasil tes genom, kemudian 13 ABK Filipina terpapar Covid-19 varian baru B1617.2 atau varian India.
Saat ini sebagian anak buah kapal (ABK) asal Filipina yang dirawat di RSUD Cilacap, telah sembuh.
"ABK yang dirawat sekarang tinggal 5," kata Direktur RSUD Cilacap, dr Ichlas Riyanto.
Total hingga saat ini terdapat 8 ABK yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Kondisi kesehatan 5 ABK saat ini dalam kondisi stabil.
Beberapa gejala yang sempat dialami para ABK juga telah hilang.
"Sudah tidak ada keluhan apa-apa.
Intervensi obat seperti dulu juga sudah tidak ada, hanya untuk meningkatkan imunitas saja.
Tinggal menunggu hasil tes swab lanjutan," imbuhnya. (Tribunbanyumas/jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menko-pmk-mitas-akademi2021.jpg)