Breaking News:

Berita Jateng

Gerindra Temui PDIP Jateng di Tengah Isu Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Benar akan Ada Koalisi?

Pimpinan Partai Gerindra Jawa Tengah bertemu dengan pimpinan PDI Perjuangan Jateng di Panti Marhaen Kota Semarang.

ISTIMEWA
Pimpinan pengurus Gerindra Jateng dan PDIP Jateng saling bertemu dan bertukar cindera mata. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pimpinan Partai Gerindra Jawa Tengah bertemu dengan pimpinan PDI Perjuangan Jateng di Panti Marhaen Kota Semarang pada Sabtu (29/5/2021).

Pertemuan ini dilakukan di tengah isu yang berkembang terkait rencana pencalonan presiden dan wakil presiden dari kedua partai tersebut, yakni Prabowo Subianto- Puan Maharani.

Dari DPD PDI Perjuangan Jateng yang hadir yakni Ketua, Bambang Wuryanto; Sekretaris, Bambang Kusriyanto; Bendahara, Agustina Wilujeng.

Sementara, dari Gerindra Jateng, hadir Ketua, Abdul Wachid; Sekretaris, Sriyanto Saputro; dan Bendahara Heri Pudyatmoko.

Baca juga: Kumbang Dilibatkan untuk Mencegah Penularan Covid-19 di Desa Balapulang Kulon Kabupaten Tegal. 

Baca juga: Ditodong Crazy Rich Malang, Boy William Akui Pernah Dekat dengan Sarwendah

Baca juga: Update Virus Corona Jawa Tengah Minggu 30 Mei 2021

Usai mengadakan pertemuan tertutup, kedua pimpinan parpol menyatakan hanya sebatas silaturahim karena masih dalam rangka Lebaran.

"Ini silaturahim kebangsaan. Kami meminta maaf jika ada salah. Ini murni silaturahmi dan kalau orang politik ngobrol soal politik, ya biasa lah," kata Ketua Gerindra Jateng, Abdul Wachid, dalam keterangan tertulis.

Sementara, Ketua PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, ketika ditanya apakah pertemuan terkait Prabowo-Puan, ia menuturkan hanya ngobrol biasa.

"Orang politik yang ngobrol politik, ya namanya brain storming (curah pendapat) semata," kata politikus yang akrab dipanggil Pacul ini.

Perihal koalisi, ia menuturkan bukan porsinya untuk mengatakan.

Meskipun dia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDIP.

Baca juga: Pengakuan Gadis SMP Pemeran Video Sini BO Dua Ratus Kepada Petugas: Seminggu Bisa Lima Orang Berbeda

Baca juga: Ancam Sebar Video Gadis Sedang Mandi, Pria Ini Rudapaksa Korban di Rumah Kontrakan

Baca juga: Kecelakaan Maut, Gagal Dahului Truk Gandeng dari Kiri, Pengendara Motor Beat Tewas Terlindas

"Persoalan koalisi adalah kewenangan DPP. Kalau saya bicara koalisi, maka Bambang Pacul salah makan obat," ucapnya.

Menurutnya, pertemuan antar pimpinan parpol untuk menjaga kesejukan suasana. Ia tak ingin antarparpol bertikai dan membuat suasana masyarakat tak kondusif.

Padahal untuk menjalankan pembangunan yang optimal butuh suasana yang adem.

"Jateng harus jadi contoh, untuk para pemimpin berembug, duduk bareng ngobrol bareng. Agar rakyat tenang. Kalau konflik terus, kesel. Apalagi tiap hari isunya ganti, ya bisa payah," katanya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved