Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga Champions

Guardiola Bicara Soal Pilihan Formasinya di Final Liga Champions, Panik Selalu Kalah dari Chelsea?

Mendapat banyak kritikan soal formasi dan line up di Final Liga Champions, Pep Guardiola angkat bicara.

Tayang:
Editor: rival al manaf
Anthony Devlin / AFP
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. 

TRIBUNJATENG.COM, PORTUGAL - Mendapat banyak kritikan soal formasi dan line up di Final Liga Champions, Pep Guardiola angkat bicara.

Strategi pelatih yang memiliki dua gelar Liga Champions itu kini banyak dipermasalahkan penggemar.

Bahkan ada yang menyebut bahwa pilihan line up nya menjadi biang keladi dari kekalahan Manchester City.

Seperti diberitakan sebelumnya Trofi Liga Champions menjadi milik Chelsea setelah kemenangan 1-0 di Estadio do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Baca juga: Pep Guardiola Tak Belajar di Laga Sebelumnya, Chelsea Juara Liga Champions Kalahkan Manchester City

Baca juga: Dua Orang Ini Dibuang PSG Karena Gagal di Final Liga Champions, Kini Justru Antar Chelsea Juara

Baca juga: Catatan di Luar Nalar Kante yang Membuatnya Dinobatkan Sebagai Man of The Match Final Liga Champions

Baca juga: Kai Havertz Seret Gol, Sekali Jebol Gawang Langsung Bawa Chelsea Juara Liga Champion

Pada laga tersebut, Pep Guardiola membuat keputusan mengejutkan.

Dia tidak memasang gelandang bertahan murni di laga krusial seperti ini.

Pelatih asal Spanyol itu lebih memilih Ilkay Guendogan sebagai gelandang bertahan dibanding Rodri atau Fernandinho yang dibangku cadangankan.

Padahal, Guendogan merupakan top skor di tim Guardiola musim ini dengan 17 gol di semua kompetisi.

Keputusan Guardiola membuat permainan Man City di lini tengah tampak tidak seimbang.

Chelsea pun dapat memanfaatkan beberapa celah yang hadir di lini tengah The Citizens hingga mencetak satu gol.

Seusai laga, Guardiola memberikan penjelasan mengenai starting XI Man City di final Liga Champions.

Dia menyatakan pilihan itu adalah tim terbaiknya, termasuk soal penempatan Guendogan.

"Saya melakukan apa yang saya pikir adalah keputusan terbaik. Guendogan bermain bertahun-tahun di posisi ini," kata Guardiola dikutip Manchester Evening News.

"Agar memiliki kecepatan, agar bisa menemukan pemain-pemain kecil, kualitasnya, pemain-pemain brilian, di dalam, di tengah, dan di antarlini. Ini adalah keputusannya." Pep Guardiola kemudian ditanya apakah dia menyesal dengan keputusan taktiknya.

"Saya tidak tahu. Para pemain telah melakukan segalanya untuk mencoba memenangkan pertandingan," jelas mantan pelatih Barcelona itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved