Breaking News:

OPINI

OPINI M. Issamsudin  : Kesetiaan ASN Pada Pancasila

BEBERAPA waktu lalu, kita pernah dikejutkan dengan hasil survey sebuah lembaga riset tentang adanya Aparat Sipil Negara (ASN) yang anti Pancasila

Editor: Catur waskito Edy
istimewa
Garida Pancasila - Ilustrasi Hari Lahir Pancasila 

Oleh M. Issamsudin

ASN DPPPA Kota Semarang

BEBERAPA waktu lalu, kita pernah dikejutkan dengan hasil survey sebuah lembaga riset tentang adanya Aparat Sipil Negara (ASN) yang anti Pancasila. Lepas dari valid atau tidaknya, hasil survey tersebut merupakan hal yang harus diperhatikan serius bersama. Terlebih oleh Pemerintah dan khususnya Badan Kepegawaian Nasional (BKN) serta Korpri sebagai induk organisasi ASN.

Keharusan itu penting karena Pancasila adalah bagian terpenting dalam kehidupan ASN. Ada korelasi antara ASN dengan Pancasila sebagai suatu kesatuan yang harus saling mendukung. Pancasila adalah jiwa sekaligus spirit kehidupan ASN dan ASN adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang harus mewujudkan dan melestarikan terwujudnya nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, sebagai rangkaian nilai-nilai luhur dan tujuan hidup masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Realitas tersebut harus selalu menyemangati hidup dan kehidupan ASN, dipahami serta diwujudkan dengan sebaik mungkin sesuai yang dituntunkan Tuhan Yang Maha Esa.

Harus pula selalu diingat bersama bila sila-sila di dalam Pancasila bukan sekedar kumpulan kata dan kalimat. Sila-sila di dalam Pancasila merupakan realitas konsep yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ditinjau dari segi filosofis, sosiologis, yuridis, humanis dan religi, semuanya tercakup dalam Pancasila. Dinalar pun ok.

Nilai-nilai Luhur

Nilai-nilai Ketuhanan yang sangat luas cakupannya, dinomorsatukan di dalam sila-sila Pancasila juga bukan tanpa alasan. Pancasila sangat sesuai dan mendukung nilai-nilai Ketuhanan. Tuhan itu satu dan semua yang ada di alam semesta ini adalah cipaan Tuhan. Tuhanlah Yang Maha Menciptakan dan Maha Segalanya. Oleh karena itulah Pancasila mengakui adanya Tuhan dan mengajarkan untuk selalu patuh kepada Tuhan.

Adalah kesalahan besar kalau ada yang menyebut Pancasila bertentangan dengan nilai-nilai Ketuhanan. Apalagi menyebut Pancasila sebagai Tuhan atau menuhankan Pancasila. Pancasila adalah kumpulan nilai-nilai luhur masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang sesuai dengan ajaran Tuhan. Bukan sarana untuk melawan Tuhan dan bukan pula untuk dituhankan.

Itu sebabnya, sangat tepat tentunya bila Pancasila harus dipertahankan sebagai tujuan, pedoman dan pedoman hidup di negeri tercinta ini karena memang ideal untuk hidup dan kehidupan kita. Semua adalah demi masa depan yang lebih baik, sesuai dengan yang diajarkan atau dituntunkan oleh Tuhan.

Harus Setia

Konsekuensinya, setiap WNI sudah seharusnya setia kepada Pancasila dan memaknai Pancasila secara tepat. Terlebih seorang ASN. Setiap ASN harus setia kepada Pancasila. Kesetiaannya bukan sekaar dalam kata atau tulisan, atau saat diuji untuk dapat diterima sebagai ASN saja.

Kesetiannya harus mencakup dalam pola pikir, sikap dan perilakunya sehari-hari. Kesetiaan ASN pada Pancasila adalah salah satu pilar pendukung terwujudnya tujuan Pancasila sebagaimana terumuskan dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. Keharusan ini harus dibuktikan agar kesetiaan ASN pada Pancaila tidaklah palsu, atau tidak semu. Secara khusus pun tidaklah seharusnya sampai ada ASN yang anti Pancasila.

Soal adanya ASN yang anti Pancasila, kita janganlah mencibirnya. Apalagi memarginalkan atau bahkan memusuhinya. Nilai-nilai Pancasila, tidaklah ada yang mengajarkan mencibir, memarginalkan dan memusuhi sesama manusia. Apalagi yang tidak setia atau anti Pancasila. Nilai-nilai Pancasila selalu mengajarkan untuk berbuat kebaikan mulai dari diri sendiri dan mengajak yang lain dengan cara-cara yang baik.

Bagi lembaga tempat ASN bekerja dan Korpri sebagai induk organisasi tempat ASN menjadi anggotanya, pastilah akan bersikap tepat bila ada ASN-nya yang tidak setia pada Pancasila. Apalagi sampai anti Pancasila. Semua harus mencari tahu dan memiliki solusi yang tepat serta terbaik untuk itu sesuai nilai-nilai Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila selalu mengajarkan tentang yang baik-baik sesuai yang dituntunkan Tuhan. Termasuk dalam hal menangani adanya ASN tidak setia dan bahkan yang anti Pancasila. Hormati hak-haknya sebagaimana yang diajarkan Pancasila. Jangan pernah ada tindakan berunsur melawan hukum terhadap mereka saat diharapkan ASN setia betul pada Pancasila dan tidak sampai ada yang anti Pancasila. Berbagai cara yang baik pun harus dilakukan dalam rangka mewujudkan kesetian sejati pada Pancasila

Pembiaran

Sama halnya dengan keadaan di sekitarnya berada, yang tidak mencerminkan dihormatinya nilai-nilai Pancasila, namun dibiarkan oleh yang berwenang. Tidak bisa dimungkiri, hal-hal yang terakhir tersebut sekarang ini banyak terjadi. Berbagai macam bentuk kerusakan seolah seperti dibiarkan dan makin menjadi. Ketidakadilan, kemaksiatan dan penjauhan nilai-nilai Pancasila masih banyak.

Naif kalau kekuasaan tidak digunakan untuk mengatasinya. Lebih naif kalau justru sampai digunakan sebagai sarana mendukung dan mendapat keuntungan secara sesat di baliknya. Itu sebabnya, contoh yang baik harus selalu dikedepankan. Semua harus dimulai dari diri sendiri. Terlebih para pemimpinnnya. Soal kemudian yang lain melakukan hal yang sama, atau setidaknya mencontoh, itu sesuatu yang memang harus diwujudkan dan disyukuri keterwujudannya.

Bila mengetahui ada yang belum sesuai nilai-nilai Pancasila, perlu dilakukan ajakan untuk berpola pikir, bersikap dan berperilaku Pancasila. Setidaknya dengan tetap memberi contoh dan mengajak, bila perlu dengan suatu pengajaran khusus tanpa ada unsur mencibir, memarginalkan atau memusuhinya.

Semua harus dijaga pelestarian keterwujudannya secara berkesinambungan. Jangan ada kata gentar atau goyah saat mempraktekkan nilai-nilai Pancasila dalam pola pikir, sikap dan perilaku kita. Itulah tantangan dan di sinilah Pancasila dengan nilai-nilai kepositifannya, harus selalu diaktualisasikan secara seksama dan selalu berkesinambungan dalam hidup dan kehidupan kita. Terlebih saat moment hari lahir Pancasila 1 Juni seperti sekarang ini.

Itulah tantangan serius bersama yang harus ditindaklanjuti dengan sebaik mungkin sesuai nilai-nilai Pancasila. Terlebih di saat kita tengah dalam suasana peringatan hari lahir Pancasila, 1 Juni ini karena Pancasila lahir adalah untuk menjadi pedoman dalam hidup dan kehidupan kita sebagai warga negara Indonesia tercinta. (*)

Baca juga: Hotline Semarang : Mohon Jalur Pejalan Kaki di sekitar Rumah Dinas Wali Kota Diperbaiki

Baca juga: UPDATE : 590 Pegawai KPK Minta Pelantikan Jadi ASN Ditunda

Baca juga: Besok Presiden Resmikan Bandara JBS di Purbalingga, Sejarah Bandara Wirasaba Purbalingga

Baca juga: BERITA LENGKAP : Pemangkasan Eselon III dan IV Per Juni 2021, ASN Inilah Yang Terkena

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved