Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Progres Vaksinasi Lansia di Kota Salatiga Capai 62,8 Persen

Progres capaian pelaksanaan vaksinasi virus Corona (Covid-19) bagi kelompok lanjut usia (Lansia) di Kota Salatiga.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
ILUSTRASI: Vaksin lansia. 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Progres capaian pelaksanaan vaksinasi virus Corona (Covid-19) bagi kelompok lanjut usia (Lansia) di Kota Salatiga telah mencapai  target sasaran dengan prosentase 62,8 persen. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kota Salatiga dr. Prasit Al Hakim mengatakan jumlah lansia yang menjadi sasaran penerima vaksin sebanyak 17.065 orang. 

"Kemudian yang sudah mendapatkan suntikan vaksinasi sejumlah 10.716 orang. Dari capaian itu ada beberapa lansia yang menolak divaksin, tetapi data pastinya kami tidak ada," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (31/5/2021) 

Menurut Prasit, adanya penolakan tanpa didasari alasan oleh para lansia sasaran vaksinasi jajarannya akan terus memberikan edukasi serta pemahaman. 

Ia menambahkan, sampai sejauh ini jumlah ketersediaan vaksin Covid-19 sebanyak 1.080 dosis. Ribuan vaksin yang ada tersebut lanjutnya, akan digunakan untuk vaksinasi massal terhadap 6.142 penerima atau sasaran secara acak. 

"Jadi kami sistemnya yang menolak divaksin langsung kita tinggal. Kuota vaksin kita alihkan bagi yang bersedia karena ketersediaan vaksin sampai sekarang juga masih terbatas," katanya

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang Ani Rahardjo menyampaikan jumlah lansia sasaran penerima vaksin Covid-19 tercatat mencapai 80.943 orang. 

Ani menyatakan, dari data itu capaian vaksinasi Covid-19 untuk tahap satu berkisar  55,49 persen. Kemudian tahap kedua prosentasenya diangka 34,51 persen. Sementara ketersediaan vaksin sekarang sebanyak 17.800 dosis. 

"Tapi dari itu semua ada juga yang masih menolak diberikan vaksin dengan berbagai alasan. Tetapi kami belum memiliki data jumlah pasti, hanya saja alasan kesehatan tidak prima rata-rata yang dikeluhkan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved