Breaking News:

Berita Telkom

Prokontra Abdee Slank Diangkat Komisaris, Saham Telkom Langsung Rontok

Pergerakan saham emiten PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM pada penutupan perdagangan Bursa pada Jumat (28/5), anjlok sebesar 3,25 persen

ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A
Layar menampilkan profil Abdi Negara Nurdin dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Tahun Buku 2020 di Jakarta, Jumat (28/5). RUPS Tahunan itu antara lain mengubah kepengurusan perusahaan, di antaranya mengangkat Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank menjadi Komisaris. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pergerakan saham emiten PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM pada penutupan perdagangan Bursa pada Jumat (28/5), anjlok sebesar 3,25 persen ke level Rp 3.270.

Hal itu bersamaan dengan pengumuman penunjukan Abdi Negara Nurdin atau Abdee Slank menjadi Komisaris Telkom.

Analis Pasar Modal Riska Afriani membenarkan saham TLKM merosot karena perubahan manajemen yang dihelat saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). "Melihat penurunan harga saham, saya melihat ini ada pengaruh dari perombakan manajemen TLKM," katanya, kepada Kompas.com, Minggu (30/5).

Padahal, menurut dia, kinerja manajemen yang sebelumnya terbilang cukup baik. Malah, di tengah pandemi covid-19, manajemen sebelumnya masih dapat mempertahankan laba bersihnya.

Sepanjang 2020, Telkom mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 20,8 triliun. Jumlah itu tumbuh double digit sebesar 11,5 persen dibandingkan dengan 2019. Tercatat pula, total pendapatan sebesar Rp 136,46 triliun, tumbuh 0,7 persen dibandingkan dengan 2019.

"Banyak strategi-strategi direksi sebelumnya yang ingin mengembangkan digitalisasi. Ini disambut baik oleh market. Namun karena adanya perubahan manajemen, tentunya akan ada penyesuaian kembali untuk membentuk goals TLKM dalam 5 tahun ke depan," sebut Riska.

Terlebih lagi, dia menambahkan, anjloknya saham TLKM itu juga dipengaruhi pro dan kontra hadirnya Abdee Slank sebagai Komisaris.

"Terlepas dari itu, kita melihat juga adanya pro kontra dipilihnya Abdee Slank. Karena seorang Komisaris Independen memiliki peran penting dalam hal pengawasan khususnya mewakili kepentingan publik," ujar Riska.

Meski demikian, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah menilai, Abdee memiliki kompetensi untuk menjabat sebagai Komisaris Telkom.

"Abdee itu bukan hanya seorang musisi. Dia itu penggerak banyak hal dan sudah terlibat dibanyak hal terkait dunia usaha, dia punya perusahaan-perusahaan," terangnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved