Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Sertijab Bupati Sragen, Ini Tiga Hal yang Akan Dikebut Yuni

Meski telah dilantik, serah terima jabatan dari PLT Bupati Sragen Tatag Prabawanto kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati baru dilakukan

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mahfira Putri
Penandatanganan hasil laporan PLH Tatag Prabawanto kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Gedung DPRD Sragen, Senin (31/5/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Meski telah dilantik, serah terima jabatan dari PLT Bupati Sragen Tatag Prabawanto kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati baru dilakukan hari ini.

Didampingi Wakil Bupati Sragen terpilih, Suroto, serah terima jabatan ini dilakukan ketika rapat paripurna di Gedung DPRD Sragen, Senin (31/5/2021).

Turut menyaksikan jajaran Forkopimda Kabupaten Sragen, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota DPRD dan sejumlah tamu undangan.

Usai serah terima, Bupati Yuni menyampaikan sejumlah masalah yang harus dikebutnya dalam waktu dekat. Dimana yang utama ialah penanganan Covid-19.

Selain itu penurunan angka kemiskinan serta pemulihan ekonomi juga akan menjadi targetnya bersama Wakil Bupati-nya yang baru, Suroto.

Naiknya angka kasus Covid-19 di Sragen dikatakan Yuni merupakan kenaikan yang bisa di prediksi, yakni usai liburan Lebaran selama dua pekan.

Menurutnya apabila selama dua pekan ini, angka Covid-19 bisa konsisten ditekan tentu kasus Covid-19 di Sragen akan segera mengalami penurunan.

"Inikan sebenarnya kenaikan yang bisa diprediksi, setelah libur Lebaran dua minggu. Kalau kita menangani dalam dua pekan ini konsisten, serius angka bisa ditekan," kata Yuni.

Penekanan dalam hal dilakukannya swab antigen secara rutin di perhelatan hajatan. Selain menekan angka Covid-19, Yuni mengatakan dapat memberi efek jera kepada masyarakat.

Dampak jera dalam hal ini berdampak positif, dimana masyarakat setelahnya akan menjalankan Prokes sesuai ketentuan yang ada.

"Penanganan melalui swab antigen di hajatan secara runtut itu juga memberikan efek jera dan juga memberikan dampak yang positif."

"Karena setelah itu prokes itu tidak hanya sekedar tertulis di dalam tulisan, tapi betul-betul dilakukan. Itu harapan kami," lanjut Yuni.

Selain swab antigen pihaknya juga mempersiapkan rumah sakit guna mengantisipasi lanjakan kasus Covid-19 yang tinggi di Sragen.

Dia mengatakan beberapa bangsal isolasi di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang sempat ditutup sekarang dipersiapkan kembali untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

Yuni mengatakan total kebutuhan bed yang harus disediakan minimal 60 persen dari total bed di dua RSUD Sragen. Sementara untuk RS swasta hanya bersifat himbauan untuk menambah jumlah bed-nya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved