Breaking News:

1 Guru Positif Corona Tulari 36 Orang di SMAN 4 Pekalongan: Jangan Sebut Klaster PTM

Sebanyak 37 guru dan tenaga kependidikan, di SMAN 4 yang terpapar virus corona itu bukan Klaster pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Penulis : Indra Dwi Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 37 guru dan tenaga kependidikan, di SMAN 4 Pekalongan yang terpapar virus corona itu bukan Klaster pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Hal tersebut dikatakan, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.

"Betul, 37 guru dan tenaga kependidikan di SMAN 4 positif Covid-19, namun bukan kluster PTM karena di sma tersebut belum melakukan PTM," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid kepada Tribunjateng.com, Kamis (3/6/2021) siang.

Menurutnya, banyaknya guru yang terpapar Covid-19 di SMAN 4 itu dikarenakan adanya salah satu guru yang mempunyai indikasi Covid-19 namun tidak beristirahat di rumah, tapi beraktivitas di sekolah.

"Guru di SMA N 4, dipastikan belum dilakukan PTM dan saya pastikan bukan kluster PTM," ujarnya.

Kemudian, pihaknya bersama tim satgas Covid-19 sudah melakukan tracking ke keluarga guru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Alhamdulillah, hasil tracking karyawan SMAN 4 yang berada di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara hasilnya negatif. Istri, ibunya, ketiga anak, dan tetangga dekat dites dan hasilnya negatif," imbuhnya.

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan berharap dengan adanya kejadian ini mudah-mudahan tidak menganggu usaha untuk meneruskan PTM itu sendiri.

"Tentunya kita akan tunggu dari provinsi terkait PTM, saya tekankan juga untuk guru dan murid untuk prokes jangan hanya di sekolah saja tetapi juga dikehidupan sehari-hari," ucapnya.

Pihaknya juga menyayangkan, ada warganya yang terindikasi sakit namun tetap melakukan aktivitas seperti biasanya dan tidak melakukan isolasi mandiri.

"Ada laporan guru atau karyawan yang sudah terkonfirmasi pun tidak mau isolasi mandiri atau diam di rumah dan Masih melakukan aktivitas di rumah. Hal ini saya peringatkan keras."

"Bahkan apabila terpaksa, kami telah berkordinasi dengan Polres Pekalongan Kota untuk melakukan tindakan tegas bagi warganya yang membandel," tambahnya.

(*)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved